Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menilai Astral Bond memiliki peluang besar menjadi kekayaan intelektual (IP) lokal yang mampu bersaing di industri kreatif global.
Berawal dari serial webtoon yang mengangkat budaya Nusantara, proyek ini kini memasuki tahap pengembangan gim mobile bergenre role-playing game (RPG).
Optimisme tersebut disampaikan Irene Umar saat menerima audiensi Mahakarya Studio di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (24/6).
Pertemuan itu membahas strategi pengembangan Astral Bond sebagai IP berbasis budaya Indonesia yang dikembangkan lintas platform.
Menurut Irene, keberagaman karakter yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara menjadi kekuatan utama Astral Bond. Karakter tersebut membuka peluang besar untuk dikembangkan ke berbagai format industri kreatif.
“Kehadiran webtoon dari Astral Bond mampu menjadi kekuatan untuk mudah diadaptasi, bisa diadaptasi di film, bisa diadaptasi di games. Untuk itu, perlu berkolaborasi dengan sektor lain agar tidak perlu membangun semuanya, mempermudah menyelesaikan tantangan,” ujar Irene.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa industri gim memiliki tantangan yang tidak ringan. Pengembang perlu membangun komunitas pengguna, menyiapkan talenta berkualitas, serta menyusun strategi pemasaran yang tepat agar produk mampu berkembang secara berkelanjutan.
Webtoon Jadi Fondasi Pengembangan Gim
Astral Bond merupakan IP yang terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia. Saat ini, karya tersebut telah hadir melalui serial webtoon Astral Bond: Klub Warisan Nusantara dan sedang dikembangkan menjadi gim mobile bergenre RPG.
Melalui karakter dan alur cerita yang dibangun, Astral Bond berupaya memperkenalkan budaya Indonesia dalam kemasan yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus relevan bagi pasar digital.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif, Mahakarya Studio menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif dan Voice Institute Indonesia (VII) untuk menjaring talenta pengisi suara yang akan terlibat dalam pengembangan gim tersebut.
Mahakarya Studio Ingin Budaya Indonesia Mendunia
CEO sekaligus Creative Director Mahakarya Studio, Rachmat Lianda, mengatakan Astral Bond sejak awal dirancang sebagai IP lintas format. Platform gim mobile dipilih karena dinilai mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dibanding media lainnya.
Menurut Rachmat, Indonesia memiliki kekayaan budaya, visual, dan cerita yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk kreatif berkelas dunia.
“Kami melihat gim menjadi bagian sosial impact-nya, saya melihat gim itu kan sebagai entertainment gitu. Dan kalau ini bisa kita taruh di mobile itu lebih bisa menjangkau banyak orang. Kita ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri gitu karena kita punya banyak banget yang bisa di-explore di sini, opportunity, budaya, visual, segala macam yang menjadi harapan kita,” kata Rachmat.
Audiensi tersebut juga dihadiri Lead Writer Astral Bond, Putri Amanda, serta Business Advisor Mahakarya Studio, Fajrin Rasyid. Sementara itu, Wamen Ekraf didampingi Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan. (*/red)






