Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang tengah mempersiapkan ruang edukasi berbasis visual yang menampilkan sejarah Kota Padang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Program ini diharapkan memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkenalkan perjalanan panjang Padang sebagai kota perdagangan internasional sejak masa lampau.
Rencana tersebut mulai dimatangkan melalui diskusi bersama para ahli sejarah yang berlangsung di kawasan Kota Tua Padang, Sabtu (28/6/2026).
Pertemuan itu dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang Dr. Haris Satria, M.Sn, serta pakar sejarah Kota Tua Prof. Dr. Erniwati, S.S., M.Hum. Turut mendampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Padang, Suryani.
Maigus Nasir menjelaskan pembahasan tersebut bertujuan menghadirkan visualisasi sejarah yang mampu menggambarkan perjalanan Kota Padang secara utuh.
Menurutnya, media visual akan memudahkan masyarakat dan wisatawan memahami peran penting Padang dalam jaringan perdagangan dunia pada masa lalu.
“Padang ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Dulunya merupakan pusat perdagangan yang dikunjungi berbagai negara luar seperti India, Cina, hingga VOC. Salah satu pusat transaksinya dikenal sebagai Pasar Gadang. Di mana barang-barang dikumpulkan sebelum dibawa oleh saudagar asing menggunakan kapal besar yang bersandar di Pulau Pisang Gadang,” ujar Maigus Nasir.
Hadirkan Film Dokumenter dan Animasi
Sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata sejarah, Pemko Padang berencana menyajikan sejarah kota melalui film dokumenter maupun animasi.
Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat menyaksikan gambaran kehidupan Kota Padang pada masa lalu sebelum menjelajahi kawasan Kota Tua.
Penyajian visual diharapkan membuat informasi sejarah lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Selain itu, Maigus menilai fasilitas yang telah dimiliki pemerintah daerah sudah cukup mendukung pengembangan program tersebut. Kantor Balai Kota Lama yang kini menjadi destinasi wisata sejarah dinilai sebagai lokasi paling ideal untuk menghadirkan ruang edukasi berbasis visual.
Pemko Padang menargetkan pembangunan ruang edukasi sejarah tersebut selesai dalam waktu dekat. Sehingga dapat menjadi salah satu sajian istimewa pada peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.
Melalui fasilitas itu, masyarakat maupun wisatawan nantinya dapat menikmati dokumentasi visual yang mengisahkan sejarah Kota Padang dan kawasan Kota Tua secara lebih lengkap, menarik, dan edukatif. (*/red)






