Van Hecke Terpukul Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Impian Juara Sirna

Penulis -

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bek Timnas Belanda, Jan Paul van Hecke. (Foto: FIFA.com)

Bek Timnas Belanda, Jan Paul van Hecke. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Harapan Belanda melangkah lebih jauh di Piala Dunia FIFA 2026 berakhir secara dramatis setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti.

Bek Oranje, Jan Paul van Hecke, mengaku sangat terpukul karena mimpi membawa negaranya menjadi juara dunia harus kandas di babak gugur.

Belanda sebenarnya tampil meyakinkan sepanjang fase grup. Tim besutan Ronald Koeman melaju ke babak gugur sebagai juara Grup F setelah mencetak 10 gol dalam tiga pertandingan dan masuk daftar unggulan turnamen.

Namun, perjalanan itu berhenti secara menyakitkan saat menghadapi Maroko, tim yang sebelumnya mencatat sejarah dengan finis di peringkat keempat Piala Dunia Qatar 2022.

Oranje sempat berada di ambang kemenangan setelah Cody Gakpo membawa timnya unggul 1-0. Akan tetapi, Maroko berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir waktu tambahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan dan akhirnya ditentukan melalui adu penalti.

“Saya merasa benar-benar hampa setelah tersingkir ini,” kata Van Hecke kepada FIFA.

“Saya sangat kecewa karena kami tidak lolos ke babak selanjutnya. Impian kami adalah memenangkan Piala Dunia, jadi saat ini sangat menyakitkan melihat semuanya sirna,” tambahnya.

Belanda Tampil Baik, tetapi Kehabisan Tenaga

Van Hecke menilai Belanda mengawali pertandingan dengan performa yang solid. Menurutnya, tim mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya pada babak pertama.

Meski demikian, ia mengakui Belanda memilih bermain lebih bertahan setelah jeda. Strategi itu memberi Maroko kesempatan menguasai bola lebih lama meski lawan tidak banyak menciptakan peluang bersih.

“Saya pikir kami memiliki babak pertama yang bagus dan menciptakan beberapa peluang emas. Di babak kedua, mungkin kami sedikit terlalu bertahan. Tapi saya rasa Maroko tidak menciptakan banyak peluang. Mereka memiliki penguasaan bola lebih banyak daripada kami, tetapi hanya itu saja,” kata Van Hecke.

Baca Juga :  Padang–Hildesheim Semakin Erat, Kota Kembar Rayakan Malam Indonesia di Jerman

Memasuki babak tambahan, kondisi fisik pemain Belanda mulai menurun. Situasi tersebut membuat Oranje lebih mengandalkan serangan balik untuk mencari peluang.

“Kami kehabisan energi menjelang akhir pertandingan,” ujar Van Hecke.

“Itulah mengapa kami mencoba bermain dengan serangan balik untuk menciptakan peluang. Kami sudah mencetak gol pembuka, jadi sangat sulit untuk kebobolan gol penyama di waktu tambahan. Dan kemudian menjadi lebih menyakitkan ketika Anda kalah dalam adu penalty,” katanya.

Luka Lama Adu Penalti Kembali Terulang

Kegagalan ini mengingatkan publik Belanda pada Piala Dunia Qatar 2022. Saat itu, Oranje juga harus mengakhiri perjalanan setelah kalah adu penalti dari Argentina, ketika Emiliano Martínez tampil gemilang di bawah mistar.

Sebelum menghadapi Maroko, Ronald Koeman mengungkapkan timnya telah mempersiapkan adu penalti.

Namun, ia menilai tekanan psikologis dalam pertandingan sesungguhnya tidak pernah bisa sepenuhnya disimulasikan di sesi latihan.

Koeman juga menyoroti semakin cerdiknya para kiper dalam mengganggu konsentrasi eksekutor penalti.

Meski kembali kalah lewat adu penalti, Van Hecke tidak ingin mencari kambing hitam. Menurutnya, hasil tersebut merupakan bagian dari sepak bola.

“Saya rasa tidak banyak yang bisa dikatakan tentang penalti. Itu bagian dari sepak bola. Hari ini, keberuntungan tidak berpihak pada kami. Sampai batas tertentu, hanya itu yang terjadi, dan hari ini kami tidak beruntung,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas
Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal
David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin
Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun
Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League
Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra
Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026
Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru