Javanusa.com—Clay mask menjadi salah satu produk perawatan wajah yang banyak dipilih untuk mengatasi kulit berminyak, komedo, dan jerawat.
Namun, manfaatnya hanya bisa diperoleh jika digunakan dengan cara yang tepat. Pemakaian yang berlebihan justru berisiko membuat kulit menjadi kering, iritasi, hingga mengalami over-exfoliation.
Clay mask merupakan masker wajah berbahan dasar tanah liat yang bekerja menyerap minyak berlebih sekaligus mengangkat kotoran, bakteri, dan sel kulit mati dari pori-pori. Produk ini umumnya dibuat dari beberapa jenis tanah liat, seperti kaolin, bentonite, dan tanah liat hijau.
Berkat kandungan mineralnya, clay mask banyak digunakan sebagai produk eksfoliasi yang membantu membersihkan sekaligus menghaluskan permukaan kulit.
Penggunaan secara rutin dapat membuat wajah tampak lebih bersih, cerah, serta membantu mengurangi jerawat dan komedo.
Masker ini paling sesuai untuk pemilik kulit berminyak maupun berjerawat. Sementara itu, pemilik kulit kering tetap dapat menggunakannya dengan frekuensi yang lebih terbatas. Berikut berbagai manfaat clay mask untuk kulit wajah:
1. Mengangkat kotoran dan sel kulit mati
Clay mask membantu membersihkan pori-pori dari penumpukan kotoran, bakteri, serta sel kulit mati yang dapat memicu berbagai masalah kulit. Setelah masker dibilas, kotoran yang telah menempel pada tanah liat ikut terangkat dari permukaan wajah.
Di antara berbagai jenis tanah liat, bentonite dikenal memiliki kemampuan penyerapan yang sangat baik sehingga cocok digunakan pada kulit yang sangat berminyak.
2. Mengurangi minyak berlebih
Selain membersihkan pori-pori, clay mask efektif menyerap produksi minyak berlebih pada kulit. Sifat basa yang dimiliki tanah liat membantu menyeimbangkan kondisi kulit sekaligus mengurangi minyak yang menyumbat pori.
Tanah liat hijau dan bentonite termasuk jenis yang paling efektif dalam membersihkan minyak berlebih secara menyeluruh.
3. Membantu mencegah jerawat
Jerawat sering muncul akibat kombinasi minyak berlebih, bakteri, dan penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori. Dengan menjaga pori-pori tetap bersih, penggunaan clay mask secara rutin dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat.
Meski begitu, jerawat juga dapat dipengaruhi faktor lain, seperti perubahan hormon, stres, kurang tidur, pola makan, hingga kebiasaan merokok. Karena itu, perawatan kulit perlu disertai gaya hidup sehat agar hasilnya lebih optimal.
4. Membersihkan komedo
Clay mask juga bermanfaat membantu mengurangi komedo. Kandungan mineral pada tanah liat bekerja mengikat komedo sehingga lebih mudah terangkat ketika masker dibersihkan.
Beberapa produk bahkan mengandung sulfur yang membantu memecah penumpukan sel kulit mati penyebab terbentuknya komedo.
5. Memperbaiki tekstur kulit
Pemakaian clay mask hingga dua kali dalam seminggu dapat membantu membuat permukaan kulit terasa lebih halus, terutama pada kulit yang mengalami bruntusan atau tekstur kasar.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa masker tanah liat yang mengering di kulit membentuk lapisan yang berperan meningkatkan kelembapan sekaligus memperbaiki kehalusan kulit. Efek tersebut diduga berasal dari kandungan mineral alami pada tanah liat.
Cara Menggunakan Clay Mask dengan Benar
Agar manfaatnya maksimal tanpa menimbulkan iritasi, gunakan clay mask sesuai jenis kulit. Pemilik kulit berminyak dapat menggunakannya maksimal dua kali dalam seminggu, sedangkan kulit kering cukup sekali seminggu.
Penggunaan yang terlalu sering dapat memicu over-exfoliation sehingga kulit menjadi sangat kering, mengelupas, bahkan lebih sensitif.
Bagi pemilik kulit sensitif, lakukan uji tempel terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit produk pada sebagian kecil kulit. Langkah ini penting untuk memastikan tidak muncul reaksi alergi atau iritasi.
Jika memiliki kulit sensitif, pilih clay mask berbahan kaolin karena jenis tanah liat ini cenderung lebih lembut dibandingkan bentonite maupun tanah liat hijau.
Ikuti langkah berikut saat menggunakan clay mask:
-
- Bersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut, lalu keringkan.
- Oleskan clay mask tipis dan merata pada wajah serta leher. Hindari area mata, mulut, dan lubang hidung.
- Diamkan sekitar 15 menit hingga masker mengering dan terasa mengencang.
- Bilas menggunakan air hangat atau bersihkan perlahan memakai waslap yang telah dibasahi.
Pilih Produk yang Aman
Saat membeli clay mask, pastikan produk telah terdaftar di BPOM. Periksa pula daftar komposisinya karena beberapa produk mengandung bahan tambahan, seperti asam glikolat, yang dapat memicu iritasi pada sebagian orang.
Apabila setelah menggunakan clay mask muncul keluhan berupa gatal, kemerahan, ruam, atau kulit terasa sangat kering, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. (*/red)






