Pariaman, Javanusa—Wali Kota Pariaman Yota Balad mengawali tahun ajaran 2026/2027 dengan mengantar anaknya ke sekolah pada Senin (13/7/2026).
Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Pariaman terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Sekaligus mengajak para ayah untuk terlibat lebih aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
Yota Balad mengantar anaknya ke SMP Negeri 2 Pariaman dan SMA Negeri 1 Pariaman pada hari pertama masuk sekolah.
Kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Sumatera Barat Nomor 2357/PK.02/J.3/2025 tertanggal 9 Juli 2025 mengenai imbauan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Sesampainya di sekolah, Yota Balad menyempatkan diri menyapa guru, orang tua, dan para siswa yang memulai aktivitas belajar di tahun ajaran baru.
Suasana hangat tampak ketika para orang tua mendampingi anak-anak memasuki lingkungan sekolah.
Kehadiran Ayah Berdampak bagi Anak
Yota Balad menilai kehadiran ayah pada momen penting, seperti hari pertama sekolah, memiliki arti besar bagi perkembangan anak.
“Kehadiran ayah pada momen penting seperti hari pertama sekolah merupakan bentuk perhatian sederhana yang memiliki makna besar bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan seorang ayah tidak hanya memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada anak, tetapi juga mencerminkan peran aktif dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses pengasuhan.
“Gerakan ini tidak hanya berdampak pada anak secara emosional dan psikologis, tetapi juga menjadi simbol keterlibatan aktif seorang ayah dalam kehidupan sehari-hari dalam pengasuhan anak. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar kita dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi emas untuk Indonesia Maju,” kata Yota Balad.
Harapkan Menjadi Budaya Positif di Masyarakat
Lebih lanjut, Yota Balad berharap gerakan mengantar anak di hari pertama sekolah tidak berhenti di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Pariaman. Ia ingin kebiasaan tersebut berkembang menjadi budaya positif yang diterapkan masyarakat secara luas.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang berkarakter, percaya diri, dan berprestasi.
Melalui keteladanan tersebut, Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong terwujudnya keluarga yang harmonis dengan peran ayah yang semakin aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. (*)






