4 Skenario Final Piala Dunia 2026: Ulangan Final Qatar hingga Duel Prancis vs Inggris

Penulis -

Senin, 13 Juli 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: FIFA.com)

Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 resmi menghadirkan empat kekuatan besar sepak bola dunia.

Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris kini tinggal selangkah lagi menuju final. Dengan empat kemungkinan partai puncak yang masing-masing menawarkan cerita berbeda, mulai dari misi balas dendam hingga perebutan rekor bersejarah.

Persaingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026 kini hanya menyisakan Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Hasil perempat final memastikan turnamen edisi ke-23 ini tidak akan melahirkan juara baru.

Inggris dan Spanyol sama-sama membidik gelar dunia kedua. Di sisi lain, Prancis mengejar trofi ketiga. Sedangkan Argentina berpeluang mempertahankan gelar sekaligus mengoleksi empat trofi Piala Dunia.

Keempat tim masih harus melewati laga semifinal sebelum tampil di partai puncak yang akan berlangsung di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli.

Dari kombinasi semifinal tersebut, terdapat empat kemungkinan laga final yang siap menghadirkan drama besar.

Prancis vs Inggris: Rivalitas Eropa dan Misi Balas Dendam

Jika Prancis mengatasi Spanyol dan Inggris menyingkirkan Argentina, publik akan menyaksikan final Piala Dunia pertama yang mempertemukan kedua negara tersebut.

Bagi Inggris, final ini menjadi kesempatan membalas kekalahan dari Prancis pada perempat final Piala Dunia Qatar 2022.

Sementara Les Bleus berpeluang menembus final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun setelah edisi 2018 dan 2022.

Laga juga akan menghadirkan duel sejumlah rekan setim di level klub. Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, yang sama-sama membela Real Madrid, berpotensi saling berhadapan. Begitu pula Harry Kane dan Michael Olise dari Bayern Munich yang akan berada di kubu berbeda.

Prancis vs Argentina: Ulangan Final Dramatis Qatar 2022

Skenario ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena akan mengulang final Piala Dunia Qatar 2022.

Baca Juga :  Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026: Jadwal, Prediksi Susunan Pemain, dan Rekor Pertemuan

Tiga setengah tahun lalu, Argentina mengalahkan Prancis lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3 di Lusail Stadium.

Kini Les Bleus berpeluang membalas kekalahan tersebut, sedangkan La Albiceleste membidik gelar dunia keempat sekaligus menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia.

Partai ini juga membuka peluang duel kembali antara Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Keduanya saat ini memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi delapan gol.

Selain final 2022, kedua negara juga pernah bertemu pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2018. Saat itu Prancis menang 4-3 dalam perjalanan menuju gelar juara.

Spanyol vs Inggris: Reuni Final EURO 2024

Final antara Spanyol dan Inggris akan menjadi ulangan partai puncak UEFA EURO 2024 apabila La Roja mengalahkan Prancis dan Three Lions menyingkirkan Argentina.

Pada final EURO 2024, Spanyol menang 2-1 atas Inggris. Kini Harry Kane dan rekan-rekannya berpeluang membalas kekalahan tersebut.

Menariknya, kedua negara sama-sama hanya sekali tampil di final Piala Dunia dan selalu berakhir dengan gelar juara. Inggris meraihnya pada 1966, sedangkan Spanyol menjadi juara pada 2010.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, kedua tim baru dua kali bertemu. Spanyol menang 1-0 pada fase grup edisi 1950, sedangkan pertemuan berikutnya di Piala Dunia 1982 berakhir imbang tanpa gol.

Spanyol vs Argentina: Duel Juara Dunia dan Juara Eropa

Skenario lain menghadirkan final antara Spanyol dan Argentina apabila keduanya sukses melewati semifinal.

Jika terjadi, laga tersebut akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia sejak fase grup edisi 1966. Saat itu Argentina menang dengan skor 2-1.

Final ini juga berpotensi menjadi bentrokan pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mempertemukan juara bertahan Eropa dengan juara bertahan dunia.

Baca Juga :  PYDC 2026 Jadi Ruang Regenerasi Desainer dan Pelestarian Budaya Minangkabau

Spanyol akan mengejar gelar dunia kedua sehingga menyamai koleksi Prancis dan Uruguay. Sebaliknya, Argentina berpeluang meraih trofi keempat untuk menyamai Jerman dan Italia, sekaligus hanya terpaut satu gelar dari Brasil.

Selain nilai historis, pertandingan ini dapat mempertemukan dua generasi berbeda dalam sepak bola dunia, yakni Lionel Messi dan Lamine Yamal, yang berpotensi menjadi pusat perhatian sepanjang laga. (*)

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru