Kemenag: 725.669 Lokasi Verifikasi Arah Kiblat Lewat Metode Rashdul Qiblat

Penulis -

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat pemantauan Rashdul Qiblat di UPQ Bogor. (Foto: Ist)

Pusat pemantauan Rashdul Qiblat di UPQ Bogor. (Foto: Ist)

Bogor, Javanusa—Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat tingginya partisipasi masyarakat dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Hingga pelaksanaan kegiatan, sebanyak 725.669 titik lokasi telah terdaftar untuk melakukan verifikasi arah kiblat menggunakan metode Rashdul Qiblat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan fenomena astronomi sebagai cara menentukan arah kiblat secara akurat.

“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Mayoritas Verifikasi Dilakukan di Rumah dan Masjid

Menurut Arsad, lokasi verifikasi tersebar di berbagai fasilitas ibadah, rumah, hingga tempat usaha.

Data Ditjen Bimas Islam mencatat sebanyak 576.309 rumah mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu terdapat 67.867 masjid, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel. Serta 31.466 lokasi lainnya yang ikut melakukan pengecekan arah kiblat.

Ia menambahkan, jumlah tersebut belum menggambarkan keseluruhan lokasi yang diverifikasi karena dalam satu titik pendaftaran masyarakat dapat memeriksa lebih dari satu bangunan.

Rashdul Qiblat Jadi Metode Ilmiah Menentukan Arah Kiblat

Pusat pelaksanaan Gerakan Indonesia Berkiblat 2026 dipusatkan di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ciawi, Bogor.

Sebelum kegiatan utama berlangsung, Kemenag juga menggelar International Seminar on Islamic Astronomy. Dengan menghadirkan pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Fenomena Rashdul Qiblat terjadi ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Pada tahun 2026, fenomena tersebut berlangsung pada 15-16 Juli pukul 16.27 WIB dan 17.27 WITA.

Baca Juga :  Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026, Garuda Wajib Menang untuk Lolos ke Semifinal

Masyarakat cukup menempatkan tongkat atau benda tegak di area terbuka. Selanjutnya, garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat.

Tingkatkan Literasi Ilmu Falak

Arsad menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat mempraktikkan metode Rashdul Qiblat secara langsung.

“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” tegasnya.

Selain membantu memastikan ketepatan arah kiblat, gerakan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai ilmu falak. Kemenag berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pendekatan astronomi dalam pelayanan keagamaan serta penerapannya di masjid, musala, maupun fasilitas umum.

Gerakan Indonesia Berkiblat 2026 juga memperoleh respons positif dari berbagai kalangan.

Sekretaris PCNU Kota Semarang, Jumarno, menilai program tersebut sederhana, mudah dipraktikkan, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat dalam memastikan arah kiblat.

“Terima kasih atas program Gerakan Indonesia Berkiblat yang diprakarsai oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Muhammad Fakhri Ramadan Raih Emas Lompat Tinggi Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Debut Manis, Alfarel Radhiya Bawa Emas MMA Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Berita Terbaru