Javanusa.com—Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan adaptasi film horor dari Asia Tenggara.
Kali ini, Perumahan Laddaland mengangkat cerita yang berawal dari kehidupan keluarga sederhana sebelum berubah menjadi rangkaian teror supranatural.
Awi Suryadi mengarahkan film ini dengan dukungan para pemain utama, yakni Andri Mashadi, Titi Kamal, Anantya Kirana, dan Shakeel Fauzi.
Lewat perpaduan horor psikologis dan drama keluarga, film tersebut menawarkan ketegangan yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Sinopsis Perumahan Laddaland
Cerita mengikuti Tomy, yang diperankan Andri Mashadi, seorang ayah yang bertekad memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarganya. Demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri, ia memutuskan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR).
Namun, harapan memulai hidup baru segera berubah menjadi mimpi buruk. Setelah menetap di sebuah kompleks perumahan, Tomy bersama istri dan anak-anaknya mulai mengalami berbagai kejadian ganjil yang sulit dijelaskan.
Gangguan demi gangguan terus bermunculan, mulai dari bisikan misterius hingga penampakan menyeramkan. Situasi semakin mencekam ketika mereka menemukan rahasia kelam yang selama ini tersembunyi di balik kawasan tempat tinggal tersebut.
Akibat teror yang terus meningkat, keluarga Tomy harus berjuang menyelamatkan diri dari ancaman tak kasatmata yang mengintai setiap saat.
Diadaptasi dari Film Horor Thailand Populer
Film Perumahan Laddaland merupakan adaptasi dari film horor Thailand berjudul Soi-lat-daa-laen yang dirilis pada 2011. Film aslinya ditulis oleh Sopana Chaowwiwatkul dan Sophon Sakdaphisit, yang juga duduk di kursi sutradara.
Versi Indonesia menghadirkan pendekatan baru melalui arahan Awi Suryadi. Meski demikian, film ini tetap mempertahankan premis utama tentang teror supranatural yang menghantui sebuah kompleks perumahan.
Dengan deretan aktor ternama, konflik keluarga yang emosional, serta nuansa horor psikologis yang kuat, film horor Perumahan Laddaland menjadi salah satu tayangan yang layak masuk daftar tontonan pada Agustus 2026. (*)






