Javanusa.com—Paparan sinar ultraviolet setiap hari dapat merusak kesehatan kulit, terutama jika terjadi dalam waktu lama.
Dampaknya tidak hanya menyebabkan kulit terbakar, tetapi juga mempercepat munculnya tanda penuaan dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Karena itu, penggunaan tabir surya menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit. Dua jenis produk yang paling banyak digunakan ialah sunscreen dan sunblock.
Keduanya sama-sama melindungi kulit dari sinar UV, tetapi memiliki kandungan, cara kerja, hingga metode penggunaan yang berbeda.
1. Kandungan Bahan Aktif Berbeda
Perbedaan sunscreen dan sunblock yang paling mudah dikenali terletak pada kandungannya.
Sunscreen umumnya mengandung bahan kimia seperti avobenzone, oxybenzone, dan para-aminobenzoic acid (PABA). Sementara itu, sunblock lebih banyak menggunakan mineral seperti zinc oxide dan titanium oxide sebagai bahan utama.
Perbedaan komposisi tersebut membuat masing-masing produk bekerja dengan mekanisme yang berbeda dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
2. Mekanisme Melindungi Kulit
Sunscreen bekerja dengan menyerap sinar ultraviolet sebelum radiasi tersebut mencapai lapisan kulit yang lebih dalam. Energi dari sinar UV kemudian diubah menjadi panas dan dilepaskan dari permukaan kulit.
Sebaliknya, sunblock membentuk lapisan pelindung di atas kulit. Lapisan ini berfungsi menghalangi sekaligus memantulkan sinar ultraviolet sehingga tidak mudah menembus permukaan kulit.
3. Cara Pemakaian Tidak Sama
Cara menggunakan kedua produk juga menjadi salah satu perbedaan penting.
Agar bekerja optimal, sunscreen perlu diratakan sambil digosok perlahan sehingga bahan aktifnya dapat meresap ke dalam kulit. Setelah diaplikasikan, produk ini umumnya memerlukan waktu sekitar 10 menit sebelum memberikan perlindungan maksimal.
Berbeda dengan sunscreen, sunblock cukup dioleskan secara merata pada area tubuh yang sering terpapar matahari. Produk ini dapat langsung bekerja tanpa menunggu proses penyerapan ke dalam kulit.
4. Hasil Akhir pada Kulit
Perbedaan berikutnya terlihat setelah produk digunakan. Sunscreen biasanya memberikan hasil akhir transparan sehingga tidak mengubah warna kulit.
Sebaliknya, sunblock sering meninggalkan white cast atau lapisan putih karena kandungan mineral di dalamnya.
Meski demikian, efek tersebut tidak memengaruhi fungsi utama sunblock dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV.
Pilih Tabir Surya Sesuai Jenis Kulit
Tidak ada produk yang mutlak lebih baik antara sunscreen maupun sunblock. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi kulit dan aktivitas yang akan dilakukan.
Bila beraktivitas di luar ruangan dengan intensitas sinar matahari tinggi, seperti saat berada di pantai pada siang hari, sunblock dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Di sisi lain, pemilik kulit sensitif umumnya lebih cocok menggunakan sunblock karena kandungan zinc oxide dan titanium oxide dinilai lebih aman bagi kulit yang mudah mengalami iritasi.
Bagi penderita rosacea, sebaiknya pilih tabir surya tanpa tambahan parfum atau pewangi untuk mengurangi risiko iritasi maupun reaksi alergi.
Tips Agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal
Penggunaan tabir surya sebaiknya dilengkapi dengan pelembap atau moisturizer untuk membantu menjaga kesehatan kulit.
Selain itu, kenakan topi dan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah sinar matahari guna mengurangi paparan langsung sinar UV.
Pilih sunscreen atau sunblock dengan SPF minimal 30. Ulangi pemakaian setiap dua jam atau setiap 40–80 menit setelah berkeringat agar perlindungan terhadap kulit tetap optimal.
Jika masih ragu menentukan produk yang sesuai, terutama bila memiliki masalah kulit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar memperoleh rekomendasi yang tepat. (*)






