Javanusa.com—Penggunaan makeup pada anak mungkin terlihat menggemaskan, tetapi kebiasaan ini ternyata menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan kulit.
Kulit anak yang masih tipis dan sensitif lebih rentan mengalami iritasi, alergi, hingga jerawat apabila terlalu sering terpapar produk kosmetik.
Kulit anak memiliki lapisan pelindung yang belum sekuat kulit orang dewasa. Akibatnya, paparan berbagai bahan kimia dalam kosmetik berpotensi memicu gangguan pada kulit jika digunakan terlalu sering.
Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah reaksi alergi. Kandungan pewangi dalam makeup dapat menyebabkan kulit terasa gatal, panas, kemerahan, hingga bengkak.
Rasa gatal biasanya membuat anak terus menggaruk area yang mengalami iritasi. Jika kondisi ini berlanjut, kulit dapat terluka dan meningkatkan risiko infeksi bakteri yang ditandai dengan munculnya nanah.
Selain alergi, makeup juga dapat menyumbat pori-pori, terutama apabila sisa kosmetik tidak dibersihkan secara menyeluruh setelah digunakan. Kondisi tersebut memicu peradangan kulit yang berujung pada timbulnya jerawat.
Jerawat yang muncul dalam jumlah banyak juga dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Dampaknya bukan hanya pada penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi interaksi sosial hingga aktivitas belajar di sekolah.
Jerawat di Area Wajah Ini Bisa Berbahaya
Anak-anak umumnya sulit menahan kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat. Kebiasaan tersebut menjadi lebih berisiko apabila jerawat muncul di area atas bibir dan hidung atau dikenal sebagai segitiga wajah.
Wilayah ini memiliki hubungan erat dengan pembuluh darah dan saraf yang terhubung ke otak. Bila jerawat di area tersebut mengalami infeksi akibat sering dipencet atau digaruk, bakteri berpotensi menyebar lebih cepat.
Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat memicu komplikasi serius, mulai dari selulitis, kelumpuhan otot wajah, hingga penyumbatan pembuluh darah di otak yang dapat mengancam keselamatan.
Tips Aman Menggunakan Makeup untuk Anak
Anak sebenarnya tetap boleh menggunakan makeup apabila diperlukan, misalnya saat mengikuti kegiatan menari, pertunjukan, atau modelling. Namun, orang tua perlu memastikan produk yang digunakan sesuai dengan usia anak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kulit antara lain:
-
- Pilih makeup yang memang diformulasikan khusus untuk anak atau remaja.
- Gunakan produk berbahan dasar alami agar lebih ramah bagi kulit sensitif.
- Pastikan kosmetik telah memiliki izin edar dari BPOM.
- Hindari makeup berbahan dasar minyak karena lebih mudah memicu jerawat.
- Ganti kuas, spons, dan perlengkapan makeup setiap 6–12 bulan untuk mengurangi kontaminasi bakteri.
- Bersihkan seluruh sisa makeup dan cuci wajah hingga benar-benar bersih setelah selesai digunakan.
Orang Tua Perlu Memberikan Edukasi Sejak Dini
Selain memilih produk yang tepat, orang tua juga perlu memberikan pemahaman kepada anak mengenai fungsi makeup. Kosmetik sebaiknya dipandang sebagai pelengkap penampilan, bukan sebagai alat untuk mengubah atau menentukan kecantikan seseorang.
Apabila anak mengalami ruam, gatal, bengkak, atau jerawat setelah menggunakan makeup, segera hentikan pemakaiannya dan konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan akan membantu mengetahui bahan yang memicu reaksi sehingga penggunaan produk serupa dapat dihindari pada masa mendatang. (*)






