Tradisi Basapa 2026, Ribuan Peziarah Padati Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan  

Penulis -

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Padang Pariaman bersama Pemprov Sumbar membuka pelaksanaan Tradisi Basapa 2026 di Kompleks Makam Syekh Burhanuddin, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Pemkab Padang Pariaman bersama Pemprov Sumbar membuka pelaksanaan Tradisi Basapa 2026 di Kompleks Makam Syekh Burhanuddin, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, Javanusa—Ribuan peziarah dari berbagai daerah di Sumbar hingga luar provinsi memadati Kompleks Makam Syekh Burhanuddin di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Rabu (29/7/2026), menandai dimulainya Tradisi Basapa 2026.

Tradisi religi tahunan ini tidak hanya menjadi momentum memperkuat syiar Islam, tetapi juga mendorong geliat ekonomi masyarakat melalui wisata religi.

Pemkab Padang Pariaman bersama Pemprov Sumbar secara resmi membuka pelaksanaan Tradisi Basapa 2026 di Kompleks Makam Syekh Burhanuddin, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis.

Sejak pagi, kawasan makam dipenuhi ribuan peziarah yang datang untuk mengikuti ziarah, pembacaan doa, zikir, hingga berbagai kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari rangkaian Basapa.

Tradisi Basapa merupakan warisan budaya dan religi masyarakat Minangkabau yang digelar setiap bulan Safar sebagai bentuk penghormatan kepada Syekh Burhanuddin Ulakan, ulama penyebar Islam sekaligus pengembang Tarekat Syattariyah di Minangkabau.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan jumlah peziarah pada hari pertama menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi tersebut.

“Hari ini kita membuka pelaksanaan Tradisi Basapa. Alhamdulillah, sebagaimana terlihat, penziarah yang datang sangat banyak, baik dari Padang Pariaman, luar daerah di Sumbar, maupun dari luar provinsi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peziarah. Semoga ziarah yang dilaksanakan mendapat ridha Allah SWT,” ujar John Kenedy Azis.

Pemerintah Siapkan Pembenahan Kawasan Makam

Pemkab Padang Pariaman berkomitmen meningkatkan kualitas kawasan Kompleks Makam Syekh Burhanuddin agar semakin nyaman bagi masyarakat yang datang berziarah.

Menurut John Kenedy Azis, pembenahan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemprov Sumbar, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, serta warga Ulakan Tapakis.

“Kita ingin kawasan ini semakin tertata, bersih, aman, nyaman, dan tertib sehingga masyarakat yang datang dapat beribadah dengan khusyuk. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk pembenahan ke depan,” katanya.

Baca Juga :  6.859 Siswa SD Padang Pariaman Terima Bantuan Seragam Sekolah Gratis

Selain aspek pelayanan, pemerintah juga melihat potensi ekonomi yang muncul selama pelaksanaan Basapa. Bupati memperkirakan jumlah pengunjung pada hari pertama mencapai sekitar 15 ribu hingga 20 ribu orang.

“Jika setiap pengunjung membelanjakan rata-rata Rp50 ribu saja, maka ratusan juta rupiah beredar setiap hari selama pelaksanaan Basapa. Ini menjadi peluang besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban kawasan ini agar semakin banyak orang datang berziarah,” ungkapnya.

Basapa Jadi Ikon Wisata Religi Sumbar

Tradisi Basapa diperingati setiap 10 Safar untuk mengenang wafatnya Syekh Burhanuddin. Selain berisi ziarah, pembacaan Al-Qur’an, zikir, dan doa bersama, kegiatan ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Sumbar.

Tokoh masyarakat Sumbar, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, menilai Basapa memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat kuat.

“Saya sudah meneliti Basapa selama lebih dari dua puluh tahun. Ini adalah event budaya sekaligus tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada guru dan ulama. Tradisi ini menjadi ikon Padang Pariaman bahkan Sumbar karena memiliki kekuatan sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut Prof. Duski, dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan Basapa sudah berjalan baik. Namun, keberhasilan pengembangan kawasan tetap memerlukan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.

Ia juga mendorong pembangunan Museum Syekh Burhanuddin yang terintegrasi dengan kawasan makam. Kehadiran museum dapat memperkuat fungsi wisata religi sekaligus menjadi pusat edukasi sejarah Islam dan pelestarian budaya Minangkabau.

“Basapa tidak hanya membawa dampak keagamaan, tetapi juga memberikan efek ekonomi, sosial, mempererat silaturahmi. Serta menjadi bagian dari kearifan lokal yang harus terus dijaga bersama,” katanya.

Baca Juga :  Khutbah Idul Adha 1446 H: Wawako Padang Ajak Tingkatkan Ketakwaan dan Teladani Kisah Nabi Ibrahim
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Basapa

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar Edi Dharma mengapresiasi penyelenggaraan Tradisi Basapa sebagai aset budaya dan keagamaan yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

Ia mengatakan Basapa menjadi momentum mengenang perjuangan Syekh Burhanuddin dalam menyebarkan ajaran Islam di Sumbar sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat.

“Kegiatan ini memiliki potensi besar karena memadukan aspek agama, budaya, dan ekonomi. Yang terpenting adalah membangun kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, pelaku usaha, hingga media agar pengelolaan kawasan ini semakin baik dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan Tradisi Basapa 2026 berlangsung dalam dua tahapan utama, yakni Sapa Gadang dan Sapa Ketek, yang digelar setiap hari Rabu selama bulan Safar.

Pemkab Padang Pariaman berharap tradisi turun-temurun ini terus menjadi simbol syiar Islam, pelestarian budaya Minangkabau, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan wisata religi yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru