BGN Bagi Wilayah Pengawasan MBG, Pejabat Eselon I dan II Ditempatkan di Daerah

Penulis -

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) membagi wilayah pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pejabat eselon I, eselon II, dan jajaran di bawahnya. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pengawasan program hingga tingkat daerah.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan setiap pejabat mendapat wilayah tanggung jawab sesuai pembagian provinsi dan kabupaten. Mereka juga akan menjalankan fungsi pengawasan langsung di daerah yang menjadi tanggung jawabnya.

“Jadi membagi habis Eselon I dan Eselon II dan di bawahnya itu kemudian berkantor di daerah-daerah,” ujar Mas Dar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8).

Pengawasan MBG Tidak Hanya dari Jakarta

Sudaryono menjelaskan, BGN menerapkan pembagian wilayah karena pelaksanaan MBG berlangsung di berbagai daerah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit pelaksana program juga berada di wilayah tersebut.

Karena itu, pengawasan dari kantor pusat dinilai tidak cukup. BGN ingin memastikan pejabat yang bertanggung jawab dapat memantau pelaksanaan program secara lebih dekat.

“Dapur itu kan nggak ada di gedung ini. Dapur itu ada di daerah-daerah. Jadi kami telah membagi eselon I, eselon II dan di bawahnya, membagi habis provinsi dan membagi habis kabupaten,” jelasnya.

Dalam skema tersebut, pejabat BGN tetap menjalankan tugas utama sesuai posisi strukturalnya. Pada saat yang sama, mereka mendapat mandat tambahan sebagai penanggung jawab wilayah.

Pejabat eselon I akan mengampu sejumlah provinsi. Sementara itu, pejabat eselon II bertanggung jawab atas sejumlah kabupaten yang berada dalam wilayah tersebut.

Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Pembagian kewilayahan juga bertujuan mempercepat koordinasi ketika muncul persoalan dalam pelaksanaan MBG. Penanggung jawab wilayah akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Koordinasi tersebut melibatkan kepala daerah, koordinator BGN di wilayah, koordinator di tingkat kabupaten dan kecamatan, camat, serta dinas kesehatan.

Baca Juga :  Pasar Raya Padang Fase VII Segera Rampung, 78 Persen Terbangun, Target Juli Dibuka

“Sehingga kasus keracunan, koordinasi dengan kepala daerah, koordinasi dengan koordinator yang ada di kabupaten, koordinasi dengan koordinator di kecamatan, camat, dinas kesehatan, itu bisa menjadi tanggung jawab si penanggung jawab ini,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, BGN berharap persoalan di lapangan dapat segera teridentifikasi dan ditindaklanjuti. Kehadiran pejabat di daerah juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program.

Pejabat BGN Diminta Fokus di Wilayah Tanggung Jawab

Sudaryono menyebut pembagian wilayah merupakan bagian dari transformasi tata kelola BGN. Kebijakan ini sekaligus mendorong pengambilan keputusan agar lebih dekat dengan lokasi pelaksanaan MBG.

BGN juga menetapkan aturan bagi pejabat yang hendak datang ke Jakarta. Mereka wajib melapor dan meminta izin kepada Kepala BGN terlebih dahulu.

“Ini tidak lain, tidak hanya untuk bagaimana memastikan roda organisasi dan tujuan dari MBG ini kemudian bisa berjalan dengan maksimal. Dan kami telah memberikan kebijakan, barang siapa masuk Jakarta lapor kepada Kepala Badan. Jadi izin dulu, karena memang tugasnya lebih banyak diampu di daerah di mana dia bertanggung jawab,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru