Dinas Perikanan dan Pangan Padang Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Olahan Ikan

Penulis -

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perikanan dan Pangan Padang menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Dinas Perikanan dan Pangan Padang menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Kegiatan berlangsung di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Padang Sarai, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah hasil perikanan. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong pelaku usaha menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan, mengatakan kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha pada sektor hilir. Sasaran utamanya, yakni Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar).

Menurutnya, pengolahan hasil perikanan menjadi penting karena dapat mengubah bahan baku ikan menjadi beragam produk. Produk tersebut juga dapat memiliki bentuk yang lebih menarik bagi konsumen.

“Hari ini kita melaksanakan bimtek untuk kelompok nelayan yang dari sisi teknisnya adalah sisi hilir, yaitu kelompok pengolah dan pemasaran. Kita harapkan bahan baku berbasis ikan dapat dikonversi menjadi banyak varian,” kata Danti Arvan.

Dorong Konsumsi Ikan dan Produk Bernilai Tambah

Danti menyebut pengembangan produk olahan ikan juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan. Program tersebut sekaligus mendukung kampanye gemar makan ikan di tengah masyarakat.

Selain menawarkan beragam pilihan olahan, konsumsi ikan penting untuk mendukung pola makan sehat. Konsumsi ikan juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Penguatan sektor hilir tersebut juga relevan dengan cita-cita Kota Padang menuju Gastronomy City.

Sebagai kota pesisir, Padang memiliki potensi bahan baku perikanan yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner unggulan. Dengan begitu, Kota Padang tidak hanya mengandalkan kuliner yang telah dikenal luas.

“Sebagai kota pesisir, kita tentu tidak akan mengabaikan potensi bahan berbasis ikan untuk menjadikan kota kita, di samping rendang yang telah dikenal, juga bisa menawarkan hal lain yang berbasis ikan,” ujar Danti.

Baca Juga :  Pj Wako Andree Apresiasi BI Gelar Pelatihan UMKM Hijau

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait pengolahan makanan. Materi juga mencakup aspek higienitas, sanitasi, serta cita rasa produk olahan ikan.

Pengolahan ikan diarahkan agar menghasilkan produk yang lebih beragam bagi masyarakat. Produk tersebut mencakup makanan yang selama ini umum dikonsumsi hingga olahan dengan teknik dan penyajian lebih modern.

Pelatihan Digelar Tiga Angkatan

Danti menjelaskan, program peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang sepanjang 2026.

Pada kesempatan kali ini, pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Jumat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Nyon Elvis, mengatakan pihaknya memilih Kampung Nelayan Merah Putih sebagai lokasi kegiatan.

Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoperasionalkan kawasan yang telah selesai dibangun.

“Tujuannya untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan. Pelaku usaha perikanan itu terdiri dari KUB atau nelayan, kelompok pengolah dan pemasar, serta Pokdakan atau kelompok pembudidaya ikan,” kata Nyon Elvis.

Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Dioperasionalkan

Nyon Elvis menjelaskan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Sarai merupakan bagian dari program strategis nasional. Program tersebut berfokus pada pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Kota Padang menjadi salah satu daerah penerima program tersebut pada 2025, bersama 64 lokasi lainnya di Indonesia.

Karena pembangunan kawasan telah rampung, tantangan berikutnya memastikan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan.

Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga perlu mulai berjalan di kawasan tersebut.

Salah satu upayanya dengan mendorong pedagang dan pelaku usaha di sekitar kawasan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Fasilitas tersebut mencakup los ikan dan sentra kuliner yang telah disediakan.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Ini Strategi Jitu Pemko Padang

“PR kita sekarang bagaimana Kampung Nelayan kita ini operasional. Kita juga mengupayakan sentra kuliner yang sudah dibangun untuk dioperasionalkan, sehingga pedagang yang menjual masakan berbahan baku ikan dapat berjualan di sini,” ujar Nyon Elvis.

Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut diikuti 50 peserta. Selain memberikan keterampilan kepada pelaku usaha, rangkaian kegiatan itu diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sasarannya Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan

Nyon Elvis menegaskan, tujuan akhir pengembangan kawasan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Sasaran tersebut juga mencakup masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor perikanan.

“Tujuan akhirnya untuk kesejahteraan nelayan. Dengan adanya Kampung Nelayan ini, fasilitas yang lengkap dan dibekali dengan sumber daya manusia, kita berharap pengetahuan nelayan bertambah sehingga mereka mampu mandiri dan berinovasi,” tegas Nyon Elvis.

Dengan penguatan kapasitas dari hulu hingga hilir, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan permukiman dan fasilitas perikanan.

Kawasan tersebut juga diharapkan tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi berbasis perikanan.

Produk olahan ikan yang semakin beragam dan bernilai tambah diharapkan mampu membuka peluang usaha.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Padang sebagai kota pesisir dengan potensi kuliner berbasis hasil laut. (*)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru