Solok, Javanusa—Polda Sumatera Barat (Polda Sumbar) mendorong pengembangan bawang putih sebagai komoditas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Langkah tersebut ditandai dengan penanaman bibit bawang putih secara serentak di Kabupaten Solok.
Kegiatan berlangsung pada Rabu (19/8/2026), dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Penanaman simbolis berlangsung di lahan seluas 2.500 meter persegi di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar.
Penanaman Bawang Putih Mencakup 2,5 Hektare
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumbar didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin dan sejumlah Pejabat Utama Polda Sumbar. Unsur Forkopimda serta kelompok tani setempat juga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Program pengembangan bawang putih itu mencakup lahan sekitar 2,5 hektare. Polda Sumbar menyiapkan dukungan bibit sebanyak 1,6 ton untuk kegiatan tersebut.
Dari total lahan, sekitar 2 hektare akan dikelola kelompok tani setempat. Lahan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan budidaya bawang putih setelah program penanaman awal.
Pihak terkait memproyeksikan hasil panen mencapai sekitar 12 ton. Hasil tersebut nantinya dapat menjadi sumber benih mandiri untuk pengembangan budidaya pada musim tanam 2027.
Polda Sumbar Siapkan Pendampingan Kelompok Tani
Polda Sumbar memastikan dukungan terhadap petani tidak berhenti setelah proses penanaman. Kelompok tani penerima bantuan akan mendapat pendampingan dalam berbagai tahapan budidaya.
Petani juga akan diarahkan menjalin kerja sama dengan penangkar benih resmi. Langkah ini bertujuan menjaga mutu benih dan memastikan proses produksi mengikuti standar serta regulasi yang berlaku.
Pendampingan mencakup budidaya, pemeliharaan, hingga panen. Pengawasan, distribusi, pembinaan, dan pemasaran hasil juga menjadi bagian dari program tersebut.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengatakan program ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap agenda pemerintah di sektor pangan.
“Kegiatan penanaman bawang putih serentak ini merupakan wujud dukungan nyata Polri terhadap program Asta Cita pemerintah serta upaya mempercepat swasembada pangan nasional. Sumatera Barat memiliki potensi geografis yang sangat besar di dataran tinggi seperti Alahan Panjang dan Danau Kembar untuk komoditas ini,” ujar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Penataan Sentra Bawang Putih dan Bawang Merah
Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Ir. Afniwirman mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam pengembangan komoditas tersebut.
Menurutnya, program itu melibatkan pemerintah pusat, Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga kelompok tani. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pengembangan pertanian.
Pengembangan bawang putih akan diarahkan ke kawasan dataran tinggi. Wilayah tersebut sebelumnya banyak dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah.
Sementara itu, budidaya bawang merah akan diarahkan ke kawasan dataran yang lebih rendah. Penataan wilayah produksi ini bertujuan menjaga produktivitas kedua komoditas strategis tersebut.
Pemerintah daerah tetap berupaya mempertahankan produksi bawang merah Sumatera Barat. Komoditas itu selama ini menjadi salah satu produk pertanian unggulan daerah.
Bawang Putih Jadi Komoditas Strategis Baru
Kabupaten Solok memiliki sektor pertanian yang berperan besar terhadap perekonomian masyarakat. Bawang merah dan beras selama ini menjadi dua komoditas penting dalam aktivitas pertanian daerah tersebut.
Masuknya bawang putih sebagai komoditas strategis diharapkan memperluas basis produksi pangan. Pengembangannya juga ditargetkan berjalan tanpa mengganggu komoditas unggulan yang telah berkembang.
Melalui penanaman dan pendampingan berkelanjutan, program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian benih. Pada akhirnya, pengembangan bawang putih di Kabupaten Solok dapat ikut mendukung ketahanan pangan Sumbar dan nasional. (*)






