Bangunan Lama SD 19 Baringin Roboh akibat Hujan Deras, Warga Desak Normalisasi Sungai

Penulis -

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan lama SD 19 Baringin roboh akibat hujan deras yang terjadi pada Rabu (19/8/2026). (Foto: Ist)

Bangunan lama SD 19 Baringin roboh akibat hujan deras yang terjadi pada Rabu (19/8/2026). (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Rabu (19/8/2026) memicu robohnya satu lokal bangunan SD 19 Baringin yang sudah lama tidak digunakan. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Selain merobohkan bangunan lama sekolah, hujan juga berdampak pada kondisi aliran sungai di kawasan tersebut. Jalur sungai mengalami pelebaran dan kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi bencana.

Kondisi itu sekaligus menyoroti persoalan infrastruktur di Baringin. Warga menilai pemerintah perlu segera memperhatikan aliran sungai serta akses penghubung antarwilayah.

Bangunan lama SD 19 Baringin roboh
Bangunan lama SD 19 Baringin roboh akibat hujan deras. (Foto: Ist)

Ketua LPMK Baringin, Jamal F Chan, meminta Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

Menurut Jamal, persoalan tidak hanya berkaitan dengan aliran sungai. Jembatan yang menghubungkan Baringin dengan Koto Lalang juga telah lama mengalami kerusakan.

“Kita berharap perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kota Padang dengan keadaan seperti ini. Apalagi jembatan penghubung antara Baringin dengan Koto Lalang sudah lama hancur dan sampai sekarang belum ada perbaikan lagi,” ujar Jamal.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengantisipasi risiko yang dapat muncul saat hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Bangunan SD 19 Baringin Punya Sejarah Panjang

Jamal menjelaskan, bangunan SD 19 Baringin memiliki riwayat panjang sebelum akhirnya tidak lagi digunakan sebagai fasilitas pendidikan.

Sekolah tersebut pernah terdampak banjir pada 1997. Kondisi itu kemudian mendorong pemindahan kegiatan pendidikan dari lokasi tersebut.

Meski demikian, bangunan masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada 1999 hingga 2019. TK Waladar Rasyid juga sempat memanfaatkan bangunan itu untuk kegiatan pendidikan.

Pada 2023, kegiatan pendidikan kembali dipindahkan. Sejak saat itu, bangunan yang tidak lagi digunakan tersebut semakin mengalami penurunan kondisi.

Baca Juga :  Trans Padang Kian Inklusif, 10 Armada Baru Ramah Penyandang Disabilitas

Hujan deras yang mengguyur Baringin pada Rabu akhirnya membuat salah satu bagian bangunan tersebut roboh.

Normalisasi Sungai Sudah Lama Diusulkan

Persoalan kondisi sungai di kawasan tersebut ternyata bukan hal baru. Tokoh masyarakat Kelurahan Tarantang, Rusdianto, mengatakan usulan normalisasi sungai telah disampaikan sejak bertahun-tahun lalu.

“Sejak tahun 2015 saya sudah menyuarakan untuk dilakukan normalisasi sungai, bahkan sudah disampaikan pada saat Musrenbang kecamatan. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan dari pemimpin kita, terutama Pemko Padang,” ungkap Rusdianto.

Menurut Rusdianto, normalisasi sungai menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak ketika hujan berintensitas tinggi kembali terjadi.

Pelebaran jalur sungai juga menjadi perhatian warga. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap lingkungan dan infrastruktur di sekitar aliran sungai.

Jembatan Baringin-Koto Lalang Ikut Disorot

Selain meminta penanganan sungai, masyarakat kembali menyoroti jembatan penghubung Baringin-Koto Lalang yang sudah lama rusak.

Warga berharap pemerintah melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi sungai dan infrastruktur di kawasan tersebut. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat.

Robohnya bangunan SD 19 Baringin pun diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur di kawasan Baringin.

Masyarakat berharap persoalan sungai dan akses penghubung tidak kembali menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penanganan. (*)

Berita Terkait

Selama Porprov Sumbar 2026, PKL Dilarang Berjualan di Dalam Portal GOR H. Agus Salim
Truk CPO Terguling di Singuntur Mudo, Arus Padang–Painan Buka-Tutup
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Buntut Temuan Klaster Mewah
7 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Panyalaian, Diduga Dipicu Rem Pikap Bermasalah
Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya, 20 Rumah dan Sejumlah Fasilitas Rusak
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Manggarai Barat
Musik Karaoke Terlalu Keras, Satpol PP Padang Tegur Pemilik Warung
Cegah Balap Liar, Polresta Padang Amankan 15 Motor Berknalpot Brong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Muhammad Fakhri Ramadan Raih Emas Lompat Tinggi Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Alesha, Pesenam 6 Tahun Asal Payakumbuh Bersama Tsafani dan Adiba Raih Perunggu Porprov Sumbar 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Berita Terbaru