Fermin Aldeguer Gabung VR46, Tunggangi Ducati Pabrikan di MotoGP 2027

Penulis -

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fermin Aldeguer resmi bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk MotoGP 2027 dan 2028. (Foto: MotoGP.com)

Fermin Aldeguer resmi bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk MotoGP 2027 dan 2028. (Foto: MotoGP.com)

Javanusa.com—Fermin Aldeguer resmi bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk menghadapi MotoGP 2027 dan 2028. Pembalap asal Spanyol itu akan menunggangi Ducati Desmosedici GP versi pabrikan.

Kepindahan tersebut menjadi babak baru dalam karier Aldeguer. Mulai 2027, ia juga berstatus sebagai pembalap resmi Ducati Corse dengan dukungan penuh motor pabrikan.

Aldeguer Raih Rookie of the Year

Aldeguer kini menjalani musim keduanya di kelas MotoGP. Ia sebelumnya langsung mencuri perhatian setelah meraih penghargaan Rookie of the Year 2025.

Pembalap Spanyol itu juga mencatat kemenangan pertamanya di kelas utama pada MotoGP Indonesia. Hasil tersebut membuat Aldeguer tercatat sebagai pembalap termuda kedua yang pernah memenangi balapan MotoGP.

Sebelum naik ke MotoGP, Aldeguer membangun karier melalui berbagai ajang balap di Spanyol. Ia meraih sejumlah gelar regional dan nasional sebelum melanjutkan perjalanan ke kompetisi Eropa.

Pada 2021, Aldeguer memasuki paddock Kejuaraan Dunia melalui MotoE. Performa apiknya kemudian membuka jalan menuju Moto2.

Di kelas Moto2, ia kembali menunjukkan kemampuan dengan meraih sejumlah kemenangan. Konsistensi tersebut membuat namanya masuk dalam daftar talenta muda yang menjanjikan di dunia balap motor.

Aldeguer akhirnya menjalani debut MotoGP pada 2025. Selain kemenangan di Indonesia, ia mengoleksi tiga podium dan mengakhiri musim di posisi 10 besar klasemen.

Fokus Adaptasi Regulasi Baru MotoGP

Musim 2027 akan membawa MotoGP memasuki era regulasi baru. Karena itu, Aldeguer menempatkan proses adaptasi sebagai salah satu prioritas bersama VR46.

Ia harus beradaptasi dengan perubahan pada ban dan karakter motor. Dukungan Ducati melalui Desmosedici GP versi pabrikan juga menjadi modal penting dalam proses tersebut.

Aldeguer ingin menjaga konsistensi sekaligus mengurangi kesalahan selama balapan. Ia juga berencana memaksimalkan waktu di lintasan untuk mengumpulkan data bagi pengembangan motor.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Targetnya cukup jelas. Pembalap Spanyol tersebut ingin secara konsisten mengakhiri balapan di posisi lima besar.

Pada MotoGP 2026, Aldeguer masih bersaing di kelas utama. Ia sementara menempati posisi ke-11 klasemen dengan satu podium di Barcelona.

Ia juga sempat absen dalam tiga seri akibat cedera.

Valentino Rossi Jadi Salah Satu Panutan

Aldeguer menyambut kepindahannya ke Pertamina Enduro VR46 Racing Team dengan antusias. Ia mengaku senang mendapat kesempatan melanjutkan karier bersama tim milik Valentino Rossi.

Bagi Aldeguer, Rossi bukan sekadar sosok penting di balik tim. Legenda MotoGP tersebut juga menjadi salah satu idolanya dan panutan dalam perjalanan kariernya.

Menurut Aldeguer, pengalaman serta nasihat Rossi dapat membantunya berkembang sebagai pembalap.

“Menandatangani kontrak dengan tim Valentino merupakan sesuatu yang luar biasa. Dia selalu menjadi salah satu idola dan panutan saya,” ujar Aldeguer.

Aldeguer juga menyampaikan apresiasi kepada Gresini Racing dan Nadia. Keduanya turut membantu perkembangan kariernya hingga mencapai level saat ini.

Ducati Percaya pada Potensi Aldeguer

Direktur Jenderal Ducati Corse Gigi Dall’Igna menyambut kelanjutan kerja sama dengan Aldeguer untuk dua musim mendatang.

Dall’Igna menilai Aldeguer sudah menunjukkan talenta luar biasa sejak memasuki MotoGP. Ia juga melihat kemampuan belajar dan determinasi kuat dalam diri pembalap muda tersebut.

Ducati menilai Aldeguer masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Pabrikan Italia itu karena itu kembali memberikan investasi dan dukungan bagi perjalanan kariernya.

Menurut Dall’Igna, Pertamina Enduro VR46 Racing Team menjadi lingkungan yang tepat untuk melanjutkan proses tersebut.

VR46 Siapkan Dukungan untuk Aldeguer

Direktur Tim Alessio Salucci juga menyambut kedatangan Aldeguer. Ia menilai pembalap tersebut sudah memperlihatkan potensi besar sejak musim debutnya di MotoGP.

Baca Juga :  MotoGP 2026 Makin Sengit, Jorge Martin, Marc Marquez dan Bezzecchi Berebut Puncak di GP San Marino

Salucci memastikan VR46 akan memberikan dukungan maksimal agar Aldeguer mampu mencapai target bersama. Ia juga mengapresiasi Ducati atas dukungan teknis dan sumber daya untuk tim.

Manajer Tim Pablo Nieto turut memberikan penilaian positif. Menurutnya, Aldeguer memiliki tingkat kedewasaan yang melebihi usianya.

Nieto menilai kemenangan di kelas utama pada musim debut bukan pencapaian mudah. Aldeguer mampu melakukannya dan membuktikan bahwa dirinya memiliki potensi besar.

Kehadiran Aldeguer membuat Pertamina Enduro VR46 Racing Team memiliki salah satu talenta muda yang paling menarik untuk MotoGP 2027.

Dukungan Ducati Factory serta perubahan regulasi akan menghadirkan tantangan baru. Namun, kombinasi tersebut juga membuka peluang bagi Aldeguer untuk meningkatkan level performanya. (*)

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama
MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin
MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Ingin Akhiri Catatan Buruk di Mandalika
Aleix Espargaro Gantikan Joan Mir di MotoGP Indonesia 2026
Marc Marquez Juara MotoGP Jepang 2026, Selisih dengan Jorge Martin Tinggal 2 Poin
Alex Marquez Pecahkan Rekor Lap Motegi, Tercepat di Latihan MotoGP Jepang
Maverick Vinales Kembali di MotoGP Jepang, Siap Bangun Ritme Balap di Motegi

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru