Juventus vs Parma 2-0: Gol Nico Gonzalez dan Koopmeiners Bawa Bianconeri Raih Kemenangan Kedua

Penulis -

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juventus menang 2-0 atas Parma lewat gol Nico Gonzalez dan Teun Koopmeiners di Allianz Stadium, Minggu (30/8/2026) dinihari WIB. (Foto: IG @juventus)

Juventus menang 2-0 atas Parma lewat gol Nico Gonzalez dan Teun Koopmeiners di Allianz Stadium, Minggu (30/8/2026) dinihari WIB. (Foto: IG @juventus)

Turin, Javanusa—Juventus melanjutkan start sempurna mereka di Liga Italia 2026/2027 setelah menundukkan Parma dengan skor 2-0.

Nico Gonzalez dan Teun Koopmeiners menjadi pembeda lewat gol pada babak kedua di Allianz Stadium, Minggu (30/8/2026) dinihari WIB.

Hasil Juventus vs Parma ini membuat Bianconeri mencatat kemenangan beruntun pada dua laga awal musim. Juventus kini mengoleksi enam poin dan menempati posisi kedua klasemen sementara.

Juventus Dominan Sejak Babak Pertama

Juventus langsung mengambil inisiatif permainan sejak pertandingan dimulai. Tim tuan rumah lebih banyak menguasai bola dan beberapa kali membangun serangan ke pertahanan Parma.

Peluang terbaik pada babak pertama datang melalui Francesco Conceicao. Namun, tembakannya masih membentur tiang gawang sehingga skor tetap imbang tanpa gol.

Parma bertahan cukup disiplin dan mampu menahan tekanan Juventus. Edoardo Corvi juga tampil sigap saat menghadapi sejumlah ancaman dari lini depan Bianconeri.

Nico Gonzalez Pecah Kebuntuan

Perubahan terjadi setelah Juventus memasukkan Nico Gonzalez pada menit ke-57. Kehadirannya langsung memberi energi baru bagi serangan tuan rumah.

Tak lama berselang, Gonzalez melepaskan tendangan voli dari depan kotak penalti. Corvi berhasil melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang tersebut.

Juventus akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-62. Gonzalez menjadi aktor utama terciptanya gol pertama Bianconeri.

Serangan Juventus berujung pada tembakan keras Gonzalez yang mengenai tiang gawang Parma. Bola kemudian kembali mengarah kepadanya.

Gonzalez kembali melepaskan tembakan keras. Bola mengenai Mariano Troilo dan berubah arah, membuat Corvi gagal mengantisipasi bola yang masuk ke gawang.

Juventus pun unggul 1-0 atas Parma.

Parma Sempat Memberikan Ancaman

Tertinggal satu gol membuat Parma mencoba meningkatkan tekanan. Tim tamu bahkan memaksa Guglielmo Vicario melakukan dua penyelamatan penting secara beruntun.

Baca Juga :  Paolo Maldini Jadi Direktur Teknik Timnas Italia, FIGC Siapkan Era Baru Azzurri

Juventus kemudian membalas lewat peluang Randal Kolo Muani. Namun, Corvi kembali menunjukkan reaksinya dengan menggagalkan kesempatan tersebut.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir, Juventus akhirnya memastikan kemenangan.

Koopmeiners Segel Kemenangan Juventus

Teun Koopmeiners, yang masuk menggantikan Andrea Cambiaso, mencetak gol kedua Juventus tiga menit sebelum waktu normal berakhir.

Gol tersebut bermula dari aksi Nico Gonzalez yang merebut bola dari Abdou Konate. Ia kemudian mengalirkannya kepada Manuel Locatelli.

Locatelli memberikan umpan kepada Koopmeiners di area berbahaya. Gelandang asal Belanda itu melepaskan tembakan presisi ke tiang jauh yang gagal dijangkau Corvi. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan atas Parma membawa Juventus mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan. Bianconeri berada di posisi kedua klasemen Liga Italia, membayangi AC Milan yang memiliki koleksi poin sama.

Sementara itu, Parma masih berada di papan bawah. Tim tersebut menempati peringkat ke-17 dan belum meraih poin pada awal musim ini. (*)

Susunan Pemain

Juventus: Vicario, Kalulu, Bremer, Lucumi (Kelly 76′), Celik, Locatelli, Douglas Luiz, Conceicao (Cambiaso 76′) (Koopmeiners 87′), Jonathan David (Nico Gonzalez 57′), Boga (Alajbegovic 57′), Randal Kolo Muani.

Parma: Edoardo Corvi, Valeri, Troilo, Drobnic, Del Prato, Ordonez (Cremaschi 62′), Keita, Bernabe (Abdou Konate 80′), Lontani (Romero 62′), El Bilal Toure (Elphege 80′), Britschgi (Almqvist 84′).

Berita Terkait

Emosional! Lionel Messi Ucapkan Selamat Tinggal kepada Timnas Argentina
Messi Cetak Gol di Laga Terakhir, Argentina Hancurkan Benin 3-0
Verdonk: Indonesia Memasuki Era Baru Usai Juara FIFA ASEAN Cup
Brasil Hantam India 4-0 di FIFA Matchday, Estevao dan Samuel Lino Bersinar
Susunan Pemain Indonesia vs Singapura: Luke Vickery Debut, Maarten Paes Jadi Starter
AC Milan Hantam Lecce 3-0, Rossoneri Naik ke Posisi Lima Serie A
Hasil Juventus vs Atalanta: Bianconeri Menang 2-0 dan Naik ke Posisi Keenam
Fulham vs Manchester United 1-1: Gol Menit Akhir Cunha Selamatkan MU dari Kekalahan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru