Marc Marquez Juara MotoGP Aragon 2026, Pangkas Jarak dengan Jorge Martin

Penulis -

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marc Marquez merayakan kemenangannya bersama para penggemar usai balapan. (Foto: MotoGP.com)

Marc Marquez merayakan kemenangannya bersama para penggemar usai balapan. (Foto: MotoGP.com)

Javanusa.com—Marc Marquez kembali menegaskan statusnya sebagai penguasa MotorLand Aragon setelah meraih kemenangan dominan pada Michelin Grand Prix Aragon 2026, Spanyol, Minggu (30/8).

Kemenangan itu menjadi yang kedelapan bagi pembalap Ducati Lenovo Team di sirkuit tersebut. Hasil ini juga memangkas jaraknya dengan Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Marc Marquez sempat menghadapi tekanan dari Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi pada fase awal balapan. Namun, pembalap bernomor 93 itu akhirnya mampu menunjukkan kecepatan dan konsistensi terbaiknya.

Sempat Melorot Setelah Kesalahan di Awal Balapan

Bezzecchi langsung memimpin balapan setelah lampu start padam. Marc Marquez sebenarnya mencoba menyalipnya di Tikungan 1.

Namun, Marquez melakukan kesalahan ketika menonaktifkan perangkat ride-height belakang. Kesalahan tersebut membuatnya melebar di Tikungan 2.

Bezzecchi kemudian mengambil alih posisi terdepan di Tikungan 3. Jorge Martin memanfaatkan situasi itu untuk naik ke posisi kedua, sementara Marquez turun ke urutan ketiga.

Meski demikian, Marc Marquez tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Ia segera menyerang Martin dan merebut kembali posisi kedua.

Setelah itu, Marquez mulai memangkas jarak dengan Bezzecchi yang berada di posisi terdepan.

Di belakang mereka, Pedro Acosta berhasil naik ke posisi ketiga. Sementara Jorge Martin harus menghadapi tekanan dari Alex Marquez dalam perebutan posisi empat besar.

Duel Sengit Marquez, Bezzecchi, dan Acosta

Marc Marquez membutuhkan empat lap untuk mendekati Bezzecchi. Ia kemudian melancarkan serangan di Tikungan 15.

Bezzecchi tidak menyerah begitu saja dan langsung memberikan perlawanan. Keduanya bahkan melaju berdampingan di lintasan lurus belakang MotorLand Aragon.

Situasi berubah saat memasuki Tikungan 16. Pedro Acosta datang dari sisi luar dan melakukan manuver agresif untuk mengambil posisi kedua dari Bezzecchi.

Baca Juga :  Jorge Martin Menang Sprint MotoGP Austria, Pedro Acosta Gagal Finis Usai Terjatuh

Acosta kemudian mencoba mengejar Marc Marquez. Pembalap KTM itu bahkan mencatat waktu lap yang sama, yakni 1 menit 47,169 detik.

Namun, kecepatan Marc Marquez sulit diimbangi hingga akhir balapan. Konsistensi sang juara dunia bertahan akhirnya memastikan kemenangan keempatnya musim ini.

Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi Lengkapi Podium

Pedro Acosta finis di posisi kedua dan membawa hasil positif bagi KTM. Marco Bezzecchi mengamankan podium ketiga setelah terlibat persaingan ketat sejak awal balapan.

Alex Marquez finis keempat setelah mengungguli Jorge Martin. Posisi lima besar ditempati Martin yang kehilangan beberapa posisi pada pertengahan balapan.

Fermin Aldeguer juga tampil impresif dengan finis di posisi keenam. Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP itu berhasil menambah poin penting.

Fabio Di Giannantonio menyusul di posisi ketujuh bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Sementara itu, Enea Bastianini memenangkan duel melawan rookie Diogo Moreira dalam perebutan posisi kedelapan. Brad Binder melengkapi daftar sepuluh besar.

Klasemen MotoGP 2026 Makin Ketat

Kemenangan Marc Marquez di MotoGP Aragon 2026 membuat persaingan papan atas semakin sengit.

Jorge Martin masih memimpin klasemen sementara, tetapi keunggulannya kini tinggal 19 poin atas Marc Marquez yang naik ke posisi kedua.

Marco Bezzecchi berada di peringkat ketiga. Ia hanya terpaut lima poin dari Marc Marquez dalam persaingan menuju puncak klasemen.

Fabio Di Giannantonio berhasil mengambil alih posisi keempat dari Ai Ogura. Sementara Pedro Acosta naik ke peringkat keenam setelah menggeser Raul Fernandez.

Fermin Aldeguer juga berhasil menembus sepuluh besar klasemen dengan koleksi 90 poin. Ia berada satu tingkat di bawah rekan setimnya, Alex Marquez, yang telah mengumpulkan 128 poin.

Persaingan gelar MotoGP 2026 selanjutnya akan berlanjut pada Grand Prix San Marino. Ronde ke-14 musim ini dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September mendatang. (*)

Baca Juga :  Jadwal MotoGP San Marino 2026: Kualifikasi, Sprint, dan Balapan Utama

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama
MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin
MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Ingin Akhiri Catatan Buruk di Mandalika
Aleix Espargaro Gantikan Joan Mir di MotoGP Indonesia 2026
Marc Marquez Juara MotoGP Jepang 2026, Selisih dengan Jorge Martin Tinggal 2 Poin
Alex Marquez Pecahkan Rekor Lap Motegi, Tercepat di Latihan MotoGP Jepang
Maverick Vinales Kembali di MotoGP Jepang, Siap Bangun Ritme Balap di Motegi

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru