Tangerang, Javanusa—Sejumlah bandara yang sebelumnya menghentikan operasional akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai kembali melayani penerbangan.
Bandara Soekarno-Hatta di Banten menjadi salah satu bandara yang kembali beroperasi pada Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB. Pembukaan juga berlaku bagi Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pemulihan operasional tersebut dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa dini hari.
“Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali,” kata Dudy.
Dua Bandara di Banten Menyusul Dibuka
Pemulihan layanan penerbangan kemudian meluas ke dua bandara lain di Banten. Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB.
Namun, pemerintah belum membuka kembali Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung.
Kedua bandara tersebut masih menunggu perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum pemerintah menentukan status operasional selanjutnya.
Pemeriksaan Pesawat Jadi Syarat Keselamatan
Kembalinya aktivitas penerbangan tidak berarti seluruh pembatasan langsung berakhir. Pemerintah tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas.
Otoritas Bandara bersama maskapai harus memeriksa pesawat sebelum menjalankan penerbangan. Langkah itu bertujuan memastikan kondisi armada tetap layak setelah menghadapi paparan abu vulkanik.
Selain pemeriksaan armada, pilot dan kru penerbangan wajib memahami keberadaan restricted polygon.
Istilah tersebut mengacu pada wilayah udara berbentuk poligon yang mendapat pembatasan atau larangan lintasan dari otoritas terkait.
Area itu menjadi perhatian karena terdapat sebaran abu vulkanik. Kru penerbangan harus memastikan pesawat tidak memasuki wilayah udara yang masuk dalam pembatasan.
Delapan Bandara Sempat Tutup
Gangguan terhadap penerbangan mulai terjadi sejak Sabtu (5/9). Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat itu memengaruhi ruang udara dan operasional sejumlah bandara.
Sebanyak delapan bandara sempat menghentikan operasional. Bandara tersebut terdiri atas Soekarno-Hatta Banten, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Banten, Pondok Cabe Banten, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Situasi kemudian berangsur membaik. Bandara Atung Bungsu lebih dulu kembali melayani penerbangan secara normal pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.
Dudy juga meminta maskapai menjaga koordinasi selama masa pemulihan. Komunikasi perlu dilakukan dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan instansi terkait.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh proses pemulihan penerbangan berlangsung dengan aman. (*)






