2 Bandara Lampung Masih Tutup akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penulis -

Selasa, 8 September 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memberikan keterangan media di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9). (Foto: Kemenhub)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat memberikan keterangan media di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9). (Foto: Kemenhub)

Tangerang, Javanusa—Aktivitas penerbangan di Lampung belum sepenuhnya pulih setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional sejumlah bandara sejak Sabtu (5/9).

Dua bandara di Lampung, yakni Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, masih belum kembali beroperasi hingga Selasa (8/9).

Pemerintah masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan status operasional kedua bandara tersebut.

Kondisi berbeda terjadi di sejumlah bandara lainnya. Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali aktif sejak Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pemulihan operasional tersebut dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa dini hari.

“Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali,” kata Dudy.

Pemulihan juga mencakup dua bandara di Banten. Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe kembali beroperasi pada pukul 02.25 WIB.

Abu Vulkanik Masih Jadi Perhatian

Pemerintah belum menetapkan pembukaan kembali Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas.

Perkembangan sebaran abu vulkanik menjadi pertimbangan sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait operasional kedua bandara di Lampung tersebut.

Kondisi ini membuat layanan penerbangan di Lampung belum sepenuhnya kembali normal. Pemerintah masih menempatkan faktor keselamatan sebagai pertimbangan utama.

Pesawat Wajib Diperiksa Sebelum Terbang

Pembukaan sejumlah bandara juga tidak berarti seluruh pembatasan penerbangan berakhir. Otoritas bandara dan maskapai tetap harus menjalankan prosedur keselamatan.

Setiap pesawat perlu menjalani pemeriksaan sebelum kembali melakukan penerbangan. Langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi armada tetap laik terbang setelah terpapar abu vulkanik.

Pilot dan kru penerbangan juga wajib memahami keberadaan restricted polygon. Istilah tersebut merujuk pada wilayah udara berbentuk poligon yang mendapat pembatasan atau larangan lintasan.

Baca Juga :  Padang Beralih ke Bus Listrik Ramah Lingkungan, Gandeng Shenzhen Bus Group

Kru harus memastikan pesawat tidak memasuki wilayah udara yang masih terkena pembatasan akibat sebaran abu vulkanik.

Delapan Bandara Sempat Terdampak

Gangguan penerbangan mulai terjadi pada Sabtu (5/9). Saat itu, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memengaruhi ruang udara dan operasional sejumlah bandara.

Sebanyak delapan bandara sempat menghentikan operasional. Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta Banten, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, dan Husein Sastranegara Bandung.

Kemudian Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe di Banten, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Pemulihan berlangsung bertahap. Bandara Atung Bungsu menjadi yang lebih dulu kembali melayani penerbangan secara normal pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.

Dudy meminta maskapai mempertahankan koordinasi selama masa pemulihan. Koordinasi melibatkan pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan instansi terkait.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan pemulihan penerbangan berlangsung aman sesuai perkembangan kondisi ruang udara. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru