BGN Dorong 8 Kebiasaan Baik dalam Pelaksanaan MBG di Sekolah

Penulis -

Selasa, 8 September 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN dorong delapan kebiasaan baik guru dan murid saat konsumsi MBG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BGN dorong delapan kebiasaan baik guru dan murid saat konsumsi MBG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah diarahkan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga mendorong pembentukan kebiasaan hidup sehat melalui kegiatan makan bersama.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mariman Darto, mengatakan terdapat delapan kebiasaan baik yang perlu diterapkan selama pelaksanaan MBG.

Kebiasaan itu mencakup menyampaikan salam dan rasa syukur, mencuci tangan sebelum makan, serta tertib saat mengambil makanan.

Siswa juga didorong makan bersama, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta memperoleh edukasi tentang gizi dan keamanan pangan. Setelah selesai, mereka perlu menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan.

“Pelaksanaan MBG di sekolah bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak. Ada kebiasaan baik yang dapat dibangun melalui proses makan bersama, mulai dari menjaga kebersihan, menjaga, memperkenalkan gizi dan keamanan pangan, hingga menjaga lingkungan tetap bersih setelah makan,” kata Mariman di Jakarta, Minggu (6/9).

Pembiasaan Dilakukan Secara Konsisten

Menurut Mariman, delapan kebiasaan tersebut perlu diterapkan secara berurutan dalam setiap kegiatan makan bersama.

Konsistensi menjadi bagian penting agar kebiasaan tersebut tidak berhenti sebagai aturan selama program MBG berlangsung.

“Delapan kebiasaan ini diharapkan menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, kegiatan makan bersama tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan perilaku positif dan pola hidup sehat pada anak,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, kegiatan makan di sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran bagi siswa. Mereka tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga belajar menerapkan perilaku sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Guru Punya Peran Penting

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menilai keterlibatan guru menjadi faktor penting dalam penerapan delapan kebiasaan tersebut.

Baca Juga :  Berapa Lama Susu Bisa Bertahan di Suhu Ruangan? Kenali Batas Aman Berdasarkan Jenisnya

Guru dapat menjadi contoh sekaligus mendampingi siswa selama kegiatan makan berlangsung. Peran itu juga membantu memastikan kebiasaan yang diperkenalkan melalui MBG terbawa ke lingkungan sehari-hari.

“Penerapan delapan kebiasan baik tersebut tentunya harus ada peran penting dari guru sebagai edukator karena dapat memberikan contoh dan membangun kebiasaan baik secara langsung kepada murid,” kata Hida.

Hida menambahkan, guru dapat mengingatkan siswa untuk mencuci tangan sebelum makan dan mengonsumsi makanan secara tertib.

Pendampingan juga mencakup kebiasaan menjaga kerapian serta membersihkan lingkungan setelah kegiatan makan selesai.

MBG Jadi Sarana Edukasi Hidup Sehat

BGN berharap penerapan delapan kebiasaan baik tersebut memperluas manfaat program MBG di sekolah.

Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa, kegiatan ini dapat membantu menanamkan disiplin, kepedulian terhadap kebersihan, serta pemahaman tentang gizi dan keamanan pangan.

Dengan demikian, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program penyediaan makanan bergizi. Program tersebut juga dapat menjadi bagian dari pembentukan pola hidup sehat dan perilaku positif sejak usia sekolah. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru