Hasil Dortmund vs Villarreal: Guirassy Cetak Dua Gol, Dortmund Menang 3-2

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Borussia Dortmund menang 3-2 atas Villarreal di Liga Champions. (Foto: IG @bvb09)

Borussia Dortmund menang 3-2 atas Villarreal di Liga Champions. (Foto: IG @bvb09)

Javanusa.com—Borussia Dortmund mengawali Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Bermain di Signal Iduna Park, Rabu (9/9/2026), Dortmund menundukkan Villarreal 3-2.

Serhou Guirassy menjadi penentu kemenangan tuan rumah. Penyerang Dortmund itu mencetak dua gol setelah Renato Veiga lebih dulu membuat gol bunuh diri.

Villarreal sempat dua kali memperkecil ketertinggalan. Namun, Dortmund mampu menjaga keunggulan hingga laga berakhir meski Guirassy juga mencetak gol bunuh diri pada masa tambahan waktu.

Dortmund Tampil Agresif Sejak Awal

Pertandingan Borussia Dortmund vs Villarreal berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua kesebelasan tampil agresif dan terus mencari celah di lini pertahanan lawan.

Dortmund menguasai 53 persen bola. Villarreal mencatatkan 47 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Tuan rumah melepaskan 17 tembakan. Villarreal tidak jauh tertinggal dengan 13 percobaan.

Menariknya, Villarreal unggul dalam jumlah tembakan tepat sasaran. Wakil Spanyol itu mencatatkan delapan shot on target, sedangkan Dortmund membukukan tujuh.

Statistik tersebut menggambarkan pertandingan yang berlangsung cukup berimbang. Kedua tim sama-sama mampu menciptakan ancaman di depan gawang.

Tiga Gol Dortmund Tercipta Setelah Turun Minum

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-53. Renato Veiga melakukan kesalahan dalam mengantisipasi bola hingga membuat Villarreal kebobolan.

Villarreal tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Santiago Mouriño mencetak gol pada menit ke-66 dan mengubah skor menjadi 1-1.

Dortmund kembali mengambil kendali pada menit ke-80. Guirassy mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa timnya kembali unggul.

Lima menit kemudian, Dortmund memperoleh penalti. Guirassy menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa tuan rumah unggul 3-1.

Drama berlanjut pada masa tambahan waktu. Guirassy justru mencetak gol bunuh diri pada menit ke-90+3.

Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 3-2. Villarreal tetap mencoba mencari gol penyama, tetapi Dortmund berhasil mempertahankan keunggulannya sampai peluit panjang.

Baca Juga :  MU vs Man City 0-1, Ini Alasan VAR Sahkan Gol Haaland
Pergantian Pemain Warnai Laga

Kedua pelatih aktif melakukan perubahan pemain untuk menjaga intensitas permainan. Dortmund bahkan melakukan pergantian pertama pada menit ke-27.

Ethan Nwaneri masuk menggantikan Konstantinos Karetsas. Dortmund kemudian memasukkan Jobe Bellingham dan Fabio Silva pada menit ke-75.

Carney Chukwuemeka serta Kauã Prates menyusul pada menit ke-82. Pergantian tersebut membantu Dortmund menjaga energi permainan hingga menit-menit akhir.

Villarreal juga merespons dengan sejumlah perubahan. Alex Freeman, Alberto Moleiro, Nicolas Pépé, Alassane Diatta, dan Gerard Moreno mendapat kesempatan bermain.

Dortmund Langsung Masuk Empat Besar

Kemenangan atas Villarreal memberi Borussia Dortmund tiga poin pada pertandingan pertama Liga Champions 2026-2027.

Tambahan poin tersebut menempatkan Dortmund di posisi keempat klasemen sementara. Villarreal harus puas berada di peringkat ke-31.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Dortmund untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi elite Eropa tersebut.

Susunan Pemain

Borussia Dortmund: Gregor Kobel; Kiliann Gadou, Waldemar Anton, Daniel Svensson; Julian Ryerson, Joey Veerman, Felix Nmecha (Fabio Silva 75′), Maximilian Beier (Kauã Prates 82′); Konstantinos Karetsas (Ethan Nwaneri 27′ (Carney Chukwuemeka 82′)), Marcel Sabitzer (Jobe Bellingham 75′); Serhou Guirassy.

Villarreal: Peter Gulacsi; Santiago Mouriño, Pau Navarro (Gerrald Moreno 83′), Renato Veiga, Sergi Cardona (Alex Freeman 46′); Santi Comesaña, Pape Gueye, Tajon Buchanan (Alassane Diatta 75′), Nicolas Saliba (Nicolas Pépé 59′); Tani Oluwaseyi (Alberto Moleiro 59′), Georges Mikautadze.

Berita Terkait

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar
Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain
Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali
Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026
Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026
Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  
Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026
Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru