Padang, Javanusa—Semen Padang FC akhirnya memberikan penjelasan mengenai pengurangan satu poin yang diterima tim pada awal musim kompetisi.
Klub menyebut sanksi tersebut berkaitan dengan aturan pendaftaran stadion dalam regulasi Club Licensing.
General Manajer Semen Padang FC Denny Shulton mengatakan persoalan muncul saat Stadion H. Agus Salim (GHAS) menjalani proses renovasi total.
Kondisi tersebut membuat stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu belum dapat didaftarkan sebagai venue utama.
Pada periode pendaftaran lisensi, waktu yang tersedia juga cukup terbatas. Manajemen Semen Padang FC musim 2025/26 kemudian mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai stadion alternatif.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya klub menyelesaikan proses Club Licensing sesuai tenggat yang berlaku.
Klub Ajukan Perubahan Homebase
Memasuki musim kompetisi berjalan, Semen Padang FC melakukan sejumlah penyesuaian terkait efisiensi operasional dan kondisi finansial klub.
Manajemen kemudian mengirimkan surat permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Surat tersebut berisi permintaan perubahan lokasi homebase ke stadion lain. Namun, operator liga tidak menyetujui permohonan tersebut.
Setelah mempertimbangkan berbagai aspek untuk mendukung kebutuhan tim, Semen Padang FC akhirnya memilih Stadion Patriot sebagai kandang untuk pertandingan berikutnya.
Perubahan Stadion Berdampak pada Pengurangan Poin
Dalam regulasi Club Licensing, setiap klub wajib menggunakan stadion yang sudah terdaftar sejak awal proses lisensi.
Karena itu, perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi sebelumnya menimbulkan konsekuensi administratif.
Semen Padang FC pun menerima sanksi berupa pengurangan satu poin pada awal musim. Manajemen menilai keputusan tersebut merupakan konsekuensi dari ketentuan yang berlaku dalam kompetisi.
Semen Padang FC Fokus Kejar Poin
Semen Padang FC menyatakan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Klub memandang persoalan ini sebagai bagian dari penghormatan terhadap tata kelola kompetisi.
Manajemen juga menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi untuk memperkuat pengelolaan administrasi klub pada masa mendatang.
Kini, perhatian tim kembali tertuju pada persiapan di lapangan. Semen Padang FC ingin segera menutup defisit poin dan meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan. (*)






