Padang, Javanusa—Warga Sumatera Barat perlu mewaspadai kondisi udara kabur yang mendominasi cuaca pada Senin (14/9/2026). Fenomena tersebut muncul sejak pagi dan diperkirakan bertahan hingga dini hari.
Berdasarkan pembaruan BMKG Minangkabau yang terbit pukul 08.30 WIB, kondisi langit Sumbar bervariasi dari cerah berawan hingga berawan. Sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami hujan ringan pada beberapa periode.
Hujan Ringan Berpeluang Turun di Enam Daerah
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat, menjelaskan cuaca pagi secara umum cerah berawan. Namun, kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan fenomena udara kabur.
Memasuki siang hingga sore, tutupan awan cenderung meningkat. Pada periode ini, hujan ringan berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Enam daerah yang masuk dalam prakiraan tersebut yakni Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Pasaman.
“Pagi hari kondisi cuaca secara umum cerah berawan hingga udara kabur. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca cenderung berawan dan terdapat potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Pasaman,” ujar Raafi Darojat dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026).
Kondisi Cuaca Berlanjut hingga Malam
Perubahan cuaca tidak berhenti pada sore hari. BMKG Minangkabau memperkirakan langit tetap berawan dan udara kabur masih menyelimuti Sumbar pada malam hari.
Potensi hujan ringan juga masih muncul di Kepulauan Mentawai dan Pasaman Barat. Sementara itu, menjelang dini hari, peluang hujan ringan diperkirakan hanya tersisa di Kepulauan Mentawai.
Suhu Sumbar Mencapai 34 Derajat Celsius
Selain prakiraan hujan, BMKG Minangkabau mencatat sejumlah parameter meteorologi untuk wilayah Sumatera Barat.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 18 hingga 34 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara mencapai 65 hingga 98 persen.
Angin bergerak dari arah Tenggara menuju Barat Daya. Kecepatannya berkisar antara 4 hingga 32 kilometer per jam.
Peringatan Dini Cuaca Sumbar Nihil
Meski udara kabur mendominasi dan hujan ringan berpotensi muncul di sejumlah daerah, BMKG Minangkabau belum mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Sumatera Barat.
Status peringatan dini harian pada Senin, 14 September 2026, tercatat nihil.
BMKG tetap mengimbau masyarakat menjaga kondisi kesehatan. Warga juga perlu memperhatikan kondisi udara, terutama ketika fenomena udara kabur muncul dalam waktu cukup lama. (*)






