Jakarta, Javanusa—Latisha Diva menghadirkan sisi emosional yang lebih personal melalui single terbaru berjudul Cinta Dalam Diam.
Lagu ini membawa pendengar ke atmosfer pop retro dengan kisah tentang perasaan yang memilih tinggal dalam kesunyian.
Musisi muda tersebut kembali mempertahankan karakter retro-city pop yang muncul dalam sejumlah karya sebelumnya.
Cinta Dalam Diam melanjutkan warna musik yang ia bangun lewat lagu Arah Melangkah serta Bila Esok Atau Nanti.
Cinta Dalam Diam Bawa Nuansa Nostalgia 90-an
Dalam karya terbarunya, Latisha Diva memadukan melodi bernuansa nostalgia dengan aransemen yang mengingatkan pada musik pop era 1990-an.
Lagu ini mengangkat pengalaman mencintai seseorang tanpa mengungkapkan perasaan secara langsung. Meski tersimpan dalam diam, rasa tersebut tetap menyisakan harapan yang sangat manusiawi.
Tema tersebut membuat Cinta Dalam Diam dekat dengan kehidupan anak muda. Banyak orang pernah berada dalam situasi ketika rasa suka harus disimpan tanpa kepastian.
Latisha mengemas pengalaman tersebut melalui pendekatan musik yang ringan, tetapi tetap menghadirkan kedalaman emosi.
Terinspirasi dari Sosok Sang Ayah
Di balik proses kreatifnya, Cinta Dalam Diam memiliki makna personal bagi Latisha Diva. Ia mengambil inspirasi dari cara sang ayah menunjukkan kasih sayang semasa hidup.
Sang ayah berpulang sekitar enam bulan lalu. Bagi Latisha, ayahnya merupakan sosok yang terbiasa mengungkapkan cinta melalui tindakan dan keheningan, bukan banyak kata.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi sumber inspirasi ketika Latisha menulis lirik lagu. Ia menerjemahkan bentuk kasih sayang tersebut ke dalam cerita tentang mencintai dengan tulus tanpa selalu menuntut balasan.
Latisha Diva Turut Menulis Lagu
Selain membawakan lagu, Latisha Diva juga terlibat langsung sebagai pencipta Cinta Dalam Diam. Ia kemudian menggandeng Beraldy Dean dan Racka Fandiana untuk menangani produksi lagu.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan karakter pop klasik yang tetap terasa autentik. Aransemen bernuansa retro menjadi salah satu elemen penting dalam membangun atmosfer lagu.
Melalui Cinta Dalam Diam, Latisha tidak sekadar menghadirkan kisah percintaan. Ia juga ingin memberikan sudut pandang bahwa mencintai tanpa banyak bicara bukan berarti menunjukkan kelemahan.
Bagi Latisha, perasaan yang disimpan dengan tulus tetap memiliki nilai. Kesunyian dalam mencintai justru dapat menjadi bentuk kasih yang indah ketika lahir dari ketulusan. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Ruang Dimensi Records






