Solok, Javanusa—Upaya pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), mendapat dukungan dari Hutama Karya Grup.
PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) mengerahkan tim tanggap darurat, alat berat, serta bantuan pangan.
Mobilisasi bantuan tersebut berlangsung sejak Selasa (22/9/2026). Tim perusahaan fokus membersihkan lumpur, bebatuan, dan material lain yang menutup sejumlah akses warga.
Dua Gelombang Alat Berat Dikerahkan
Hutama Karya Grup membagi pengerahan armada menjadi dua tahap. Strategi tersebut bertujuan mempercepat penanganan material banjir sekaligus memulihkan mobilitas masyarakat.
Gelombang pertama tiba di lokasi pada pukul 15.15 WIB. Tim membawa satu unit excavator untuk membersihkan endapan lumpur dan menyalurkan paket sembako kepada warga terdampak.
Kebutuhan penanganan meningkat karena sejumlah material memiliki ketebalan dan ukuran yang lebih besar. Karena itu, perusahaan kembali mengirim armada tambahan pada gelombang kedua.
Armada tahap kedua tiba pukul 23.54 WIB. Pengerahan tersebut mencakup dua unit Breaker PC 200, tiga unit Exca Bucket, enam unit Dump Truck (DT), serta satu unit Water Tank.
Seluruh bantuan dan dukungan operasional terpusat di Kompleks Perkantoran dan Perumahan Arosuka, Kabupaten Solok. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir bandang.
Fokus Pulihkan Akses dan Kebutuhan Warga
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan perusahaan ingin membantu mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
“Sebagai bagian dari keluarga besar BUMN yang beroperasi di wilayah Sumatera Barat, perseroan berkomitmen tidak hanya hadir membangun infrastruktur fisik, melainkan juga tanggap berada di garda depan saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dalam kondisi darurat,” kata Hamdani dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Menurut Hamdani, pengerahan alat berat secara bertahap memiliki tujuan utama memulihkan akses warga. Bantuan pangan juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan selama masa tanggap darurat.
“Mobilisasi armada berat secara bertahap serta penyaluran paket pangan ini diarahkan untuk mempercepat pembersihan puing-puing material lumpur dan bebatuan agar aksesibilitas warga segera pulih,” ujarnya.
Selain pembersihan, Hutama Karya Grup menjalankan aksi kemanusiaan tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program itu menyasar pemulihan lingkungan fisik sekaligus membantu menjaga kondisi sosial masyarakat terdampak.
Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok
Dalam pelaksanaannya, tim Hutama Karya Grup berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok dan pemerintah daerah.
Koordinasi juga melibatkan pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut membantu perusahaan memetakan kebutuhan di lapangan sebelum mengatur distribusi logistik dan pengerahan alat berat.
Hutama Karya Grup menilai kolaborasi antarpihak penting untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif. Dukungan alat berat diarahkan pada lokasi yang membutuhkan pembersihan material secara intensif.
Bagian dari Komitmen Tanggung Jawab Sosial
Respons terhadap banjir bandang Solok tersebut menjadi bagian dari peran Hutama Karya Grup sebagai perusahaan di bawah PT Hutama Karya (Persero) dan PT Danantara Asset Manajemen (Persero).
Kegiatan tersebut juga mengacu pada amanat Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023. Program ini sekaligus mendukung pilar Asta Cita Pemerintah terkait penguatan perlindungan sosial dan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kegiatan tersebut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Fokusnya antara lain SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)






