BGN dan JICA Uji Pendekatan Shokuiku untuk Perkuat Pengalaman Siswa dalam Program MBG

Penulis -

Sabtu, 26 September 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN bersama JICA mengembangkan gagasan MBG-JICA Pilot untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan shokuiku Program MBG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BGN bersama JICA mengembangkan gagasan MBG-JICA Pilot untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan shokuiku Program MBG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan peserta didik.

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) kini mengembangkan MBG-JICA Pilot untuk mengkaji penerapan pendekatan shokuiku dalam kegiatan makan di sekolah.

Pendekatan shokuiku mengacu pada pengalaman Jepang dalam menggabungkan pendidikan pangan dan gizi dengan kegiatan makan sekolah.

Konsep ini mendorong siswa tidak sekadar menerima dan mengonsumsi makanan, tetapi juga memahami pangan, gizi, serta proses penyediaannya.

BGN Kaji Pengalaman Jepang

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, mengatakan pengalaman Jepang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan pelaksanaan MBG di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, kami melihat bagaimana pendekatan shokuiku dapat memperkaya pengalaman anak dalam mengikuti program makan di sekolah. Jadi, makanan bukan hanya diterima dan dikonsumsi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenai pangan, gizi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaannya,” ujar Prima, Rabu (23/9).

Dalam MBG-JICA Pilot, BGN dan JICA akan mengkaji sejumlah aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan makan sekolah.

Kajian tersebut mencakup upaya mengurangi sampah dan sisa makanan. Selain itu, tim juga melihat proses pengiriman, penyajian makanan, keterlibatan siswa, serta pendidikan pangan dan gizi.

Pilot Melibatkan SPPG dan Sekolah

Rancangan program tersebut memiliki dua komponen utama yang saling berkaitan. Komponen pertama berupa Shokkan Trial di tingkat SPPG, sedangkan komponen kedua berupa Shokuiku Activities di lingkungan sekolah.

Shokkan Trial berfokus pada pengalaman dan pembelajaran dari sisi penyediaan layanan makanan. Sementara itu, kegiatan shokuiku di sekolah diarahkan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai makanan dan gizi.

Kombinasi kedua komponen tersebut memungkinkan BGN dan JICA melihat hubungan antara proses penyediaan makanan dengan pengalaman siswa saat makan di sekolah.

Baca Juga :  Pemerintah Tambah Jumlah Perjalanan Kapal dan Kapasitas Rute Panjang-Ciwandan

“Kami ingin melihat keterhubungan antara apa yang terjadi di tingkat SPPG dengan pengalaman anak ketika menerima dan mengonsumsi makanan di sekolah. Dari sana, kita dapat mempelajari aspek mana yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi pangan dan gizi,” kata Prima.

Siswa Didorong Lebih Terlibat

Selain aspek layanan makanan, MBG-JICA Pilot juga mengkaji peran siswa dalam kegiatan makan di sekolah.

Pengalaman tersebut mencakup pemahaman terhadap makanan yang mereka konsumsi. Siswa juga diharapkan mengenali proses penyediaan makanan serta pihak-pihak yang berperan di balik layanan makan sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan makan dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang lebih luas. Siswa tidak hanya mendapatkan asupan makanan, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pangan dan gizi.

“Harapannya, pembelajaran dari Jepang dapat menjadi referensi untuk terus mengembangkan MBG sesuai dengan konteks Indonesia. Kita ingin memastikan bahwa pengalaman yang diperoleh siswa melalui MBG juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pangan dan gizi,” tutur Prima.

Melalui kerja sama dengan JICA, BGN terus mengembangkan ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman dalam penyelenggaraan MBG.

Pengembangan tersebut mencakup peningkatan layanan makanan sekaligus penguatan pendidikan pangan dan gizi bagi peserta didik. (*)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru