Javanusa.com—DEMIA membuka perjalanan musiknya lewat single perdana bertajuk Mungkin Lain Hari. Lagu bergenre pop ballad ini mengangkat kisah tentang dua orang yang memiliki rasa, tetapi harus berpisah karena keadaan dan waktu belum berpihak.
Lewat Mungkin Lain Hari, DEMIA tidak menawarkan cerita perpisahan dengan kemarahan. Grup ini justru memilih menghadirkan sisi lain dari sebuah hubungan yang berakhir dengan tenang.
Lagu tersebut menggambarkan perasaan ketika seseorang terasa begitu tepat, tetapi pertemuan itu terjadi pada waktu yang kurang tepat.
Judul Mungkin Lain Hari menjadi gambaran harapan yang masih tersisa. Kalimat tersebut sekaligus menjadi cara untuk menerima bahwa kebersamaan belum dapat terjadi saat ini.
Pertanyaan tentang Pertemuan di Masa Depan
Cerita dalam lagu semakin kuat melalui sebuah pertanyaan sederhana, “Akankah kita bertemu lagi di hari lain?”
Pertanyaan itu menjadi inti narasi single perdana DEMIA. Lagu ini tidak memberikan kepastian bahwa kedua tokohnya akan kembali bersama.
Sebaliknya, DEMIA menyisakan ruang bagi kemungkinan. Dua orang tersebut memilih melanjutkan perjalanan masing-masing, meski perasaan di antara mereka belum sepenuhnya hilang.
Mungkin Lain Hari Bawa Nuansa Pop Ballad
DEMIA membungkus kisah tersebut dalam warna pop ballad yang memberi ruang bagi pendengar untuk menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.
Cerita di dalamnya dapat mengingatkan pada percakapan yang berhenti di tengah jalan. Ada pula rencana yang tidak pernah terwujud dan kemungkinan yang terus muncul dalam pikiran.
Kesedihan tetap terasa dalam lagu ini. Namun, DEMIA juga menghadirkan pesan tentang penerimaan dan kedewasaan dalam menghadapi sebuah perpisahan.
Tidak semua hubungan yang berakhir harus meninggalkan kebencian. Begitu pula kenangan dari sebuah hubungan tidak otomatis kehilangan arti ketika dua orang memilih berpisah.
Pada akhirnya, Mungkin Lain Hari berbicara tentang mereka yang pernah melepaskan seseorang, tetapi masih menyimpan kepedulian.
Sebagai karya perdana, single ini sekaligus memperkenalkan warna musik DEMIA melalui cerita sederhana tentang perasaan, waktu, perpisahan, dan harapan yang belum sepenuhnya padam. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Demia






