Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menyiapkan langkah baru untuk memperluas akses layanan publik bagi penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pelatihan bahasa isyarat bagi pengurus rumah ibadah.
Program tersebut ditujukan agar “Teman Tuli” dapat mengikuti aktivitas keagamaan secara lebih nyaman. Rencana itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat menghadiri peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 di kawasan Kota Tua Padang, Sabtu (26/9/2026) malam.
Fadly mengatakan Dinas Sosial Kota Padang akan mendorong pelatihan bahasa isyarat bagi pengurus masjid, musala, dan rumah ibadah lainnya.
Dengan kemampuan tersebut, pengurus rumah ibadah diharapkan dapat memberikan akses komunikasi yang lebih baik bagi Teman Tuli. Termasuk ketika mereka mengikuti salat Jumat dan menyimak khotbah melalui bahasa isyarat.
Pemko Padang Dorong Kota yang Lebih Inklusif
Fadly menegaskan pembangunan kota inklusif membutuhkan akses fasilitas dan layanan yang dapat digunakan seluruh warga. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bahasa isyarat bukan sekadar alat komunikasi, tetapi bagian dari identitas budaya dan hak asasi Teman Tuli. Pemenuhan hak atas bahasa isyarat penting untuk memastikan Teman Tuli memperoleh akses yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga beribadah dan berpartisipasi di tengah masyarakat,” ujar Fadly.
Ia menambahkan, upaya menciptakan lingkungan yang inklusif tidak dapat berjalan hanya melalui kebijakan pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Upaya mewujudkan kota inklusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional menjadi momentum untuk memastikan Teman Tuli memperoleh akses yang setara dalam komunikasi dan layanan publik,” katanya.
Apresiasi untuk Rumah Inklusi Padang
Dalam kegiatan tersebut, Fadly juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Rumah Inklusi Padang yang aktif mendorong penguatan inklusi di Kota Padang.
Ia turut menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas. Pihak tersebut antara lain Polda Sumbar, DPRD Sumbar, BPJS Kesehatan, Balai Bahasa Sumbar, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 mengangkat tema “Mendeklarasikan Hak Asasi Manusia Bagi Teman Tuli”.
Ketua Yayasan Rumah Inklusi Padang Danil Kurniawan mengatakan tema tersebut menegaskan posisi bahasa isyarat sebagai bagian dari hak dasar Teman Tuli. Bahasa isyarat juga berkaitan dengan identitas budaya komunitas Tuli.
“Kami terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemko Padang dan Polda Sumbar. Kami telah beraudiensi dengan Bapak Kapolda Sumbar, alhamdulillah beliau merespons positif rencana pemberian Surat Izin Mengemudi (SIM) disabilitas bagi Teman Tuli,” ujar Danil.
Polda Sumbar Perkuat Akses Komunikasi
Dukungan terhadap layanan yang ramah disabilitas juga datang dari Polda Sumbar. Kabid Dokkes Polda Sumbar Kombes Pol dr Cornelius Bambang Widhiatmoko mengatakan pihaknya berupaya menyediakan juru bahasa isyarat dalam berbagai kegiatan.
Langkah tersebut bertujuan memastikan informasi dari pimpinan dapat diterima Teman Tuli dengan baik.
“Setiap ada event atau kegiatan, kami mengupayakan adanya juru bahasa isyarat untuk menerjemahkan apa yang disampaikan pimpinan. Kami juga berupaya menghadirkan pengajar bahasa isyarat agar mempermudah rekan-rekan Teman Tuli ketika berkomunikasi dengan petugas kepolisian,” kata Cornelius.
Kegiatan di Kota Tua Padang itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Anggota DPRD Sumbar Sri Kumala Dewi, serta perwakilan OPD Pemprov Sumbar dan Pemko Padang.
Sejumlah pemangku kepentingan lainnya juga hadir dalam peringatan tersebut. Pemerintah Kota Padang berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperluas akses layanan publik yang setara bagi penyandang disabilitas. (*)






