Padang, Javanusa—Semen Padang FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Nil Maizar sebagai pelatih kepala. Keputusan tersebut muncul setelah manajemen mengevaluasi performa tim yang belum sesuai harapan.
Manajemen Semen Padang FC mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Nil Maizar melalui akun Instagram resmi klub, Minggu (4/10/2026) pukul 22.33 WIB.
Keputusan itu menjadi langkah manajemen setelah melakukan evaluasi terhadap perjalanan tim. Hasil pertandingan terakhir turut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut.
Kekalahan 0-1 dari PSPS menjadi salah satu hasil yang memperkuat evaluasi terhadap performa Kabau Sirah. Catatan pertandingan dalam beberapa laga terakhir juga belum memberikan hasil yang memuaskan.
Dalam periode tersebut, Nil Maizar tercatat membawa Semen Padang FC meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Tim juga menelan satu kekalahan.
Manajemen Apresiasi Dedikasi Nil Maizar
Meski mengakhiri kerja sama, manajemen Semen Padang FC tetap memberikan apresiasi kepada Nil Maizar atas kontribusinya selama menangani tim.
Melalui pernyataan resmi klub, manajemen menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian pelatih berpengalaman tersebut.
“Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan pengabdian Coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik,” tulis manajemen Semen Padang FC.
Klub juga menyebut Nil Maizar sebagai bagian penting dari keluarga besar Skuad Kabau Sirah. Manajemen mendoakan kelancaran dan kesuksesan Nil dalam melanjutkan karier profesionalnya.
Pengganti Nil Maizar Belum Diumumkan
Setelah berpisah dengan Nil Maizar, Semen Padang FC belum mengungkap nama pelatih yang akan mengisi posisi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen masih belum mengumumkan sosok yang mendapat mandat untuk memimpin Kabau Sirah pada sisa kompetisi musim ini.
Pergantian pelatih menjadi perhatian berikutnya bagi Semen Padang FC. Klub tentu membutuhkan sosok yang mampu memperbaiki performa tim sekaligus menjaga persaingan hingga kompetisi berakhir. (*)






