Buenos Aires, Javanusa—Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina dengan cara yang emosional.
Dalam laga terakhirnya, Messi mencetak satu gol dan menyumbang dua assist saat Argentina mengalahkan Benin 3-0.
Pertandingan persahabatan tersebut berlangsung di Buenos Aires, Selasa. Stadion Monumental menjadi saksi penampilan ke-208 Messi bersama Argentina.
Laga itu sekaligus menjadi panggung perpisahan bagi kapten La Albiceleste. Setelah pertandingan, Messi menyampaikan pesan emosional kepada suporter yang memenuhi stadion.
Messi: Membela Argentina Adalah Hal Terindah
Messi mengaku berat meninggalkan tim nasional. Ia bahkan berharap dapat terus kembali mengenakan seragam Argentina karena besarnya arti negara bagi perjalanan kariernya.
“Saya ingin terus datang kembali selamanya, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi kepada Anda. Yang paling indah,” kata Messi seperti dikutip ESPN.
Sepanjang karier internasionalnya, Messi mencatat 208 penampilan dan 126 gol bersama Argentina. Ia juga membawa negaranya meraih dua gelar Copa America serta Piala Dunia 2022.
Namun, perpisahan tersebut menghadirkan perasaan yang berbeda bagi pemain berusia 39 tahun itu.
“Tak pelak lagi, sekarang saya menghadapi hari paling menyedihkan dalam karier saya: mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional,” ujarnya.
Messi kemudian menyampaikan salam kepada para pendukung yang selama bertahun-tahun mengiringi perjalanannya bersama Argentina.
“Selamat tinggal kepada kalian semua. Saya akan merindukan kalian; saya akan merindukan membela warna tim nasional, tetapi sekarang saya akan berada di sana bersama kalian, mendukung para pemain ini dan semua yang datang setelah mereka. Selalu, selalu bersatu.”
Monumental Penuh Kenangan Manis
Stadion Monumental memiliki tempat khusus dalam perjalanan Messi bersama Argentina. Dari stadion tersebut, ia mencetak 19 gol internasional, jumlah terbanyaknya di satu stadion sepanjang karier bersama tim nasional.
Monumental juga menjadi lokasi Argentina merayakan kesuksesan setelah memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kenangan tersebut kembali muncul ketika Messi berdiri di hadapan suporter dalam laga terakhirnya.
“Saya mengalami salah satu hari paling bahagia dalam karier saya di sini, hari ketika kami kembali untuk pertandingan pertama setelah Piala Dunia,” kata Messi.
“Saya tidak akan pernah melupakan apa yang saya saksikan hari itu; itu adalah hal terindah yang pernah terjadi kepada saya.”
Suasana stadion berubah semakin emosional. Sejumlah penonton dan rekan setim Messi terlihat meneteskan air mata ketika sang kapten mengucapkan salam perpisahan.
Messi Cetak Gol dari Titik Penalti
Sebelum mengucapkan salam terakhir, Messi lebih dulu memberikan penampilan terbaiknya di lapangan.
Argentina membuka keunggulan melalui Nicolás Otamendi pada menit ke-48. Gol tersebut berawal dari sepak pojok Messi yang berhasil disambut dengan sundulan.
Messi kembali berperan dalam gol kedua Argentina. Kali ini, ia memberikan umpan kepada Nico Paz yang kemudian melepaskan tembakan melengkung untuk mengubah skor.
Puncak penampilan Messi terjadi pada menit ke-71. Ia mencetak gol melalui titik penalti dengan tendangan kaki kiri yang mengarah ke sudut atas gawang Benin.
Gol tersebut langsung memicu gemuruh dari para suporter Monumental yang meneriakkan nama Messi.
Argentina akhirnya menang 3-0. Messi pun menutup penampilan ke-208 bersama tim nasional dengan satu gol dan dua assist.
Drone Tampilkan Perjalanan Karier Messi
Setelah pertandingan berakhir, perpisahan belum berhenti. Langit di atas Stadion Monumental dihiasi pertunjukan drone yang menampilkan berbagai momen penting dalam perjalanan Messi.
Salah satu gambar paling ikonik muncul dalam pertunjukan tersebut. Drone menampilkan Messi ketika mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar pada 2022.
Momen itu menjadi simbol perjalanan panjang Messi bersama Argentina. Selama 21 tahun membela tim nasional, ia meraih dua Copa America dan satu Piala Dunia.
Kini, Lionel Messi resmi menutup salah satu bab terpenting dalam karier sepak bolanya. Namun, ia memastikan akan tetap berada di sisi Argentina sebagai pendukung generasi berikutnya. (*)






