Lombok, Javanusa—Marc Marquez datang ke MotoGP Indonesia 2026 dengan misi memperbaiki rekornya di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu belum pernah menyelesaikan balapan utama hari Minggu di Indonesia.
Catatan Marquez di Mandalika memang belum menggambarkan kecepatannya. Dalam empat kunjungan sebelumnya, pembalap bernomor #93 tersebut hanya mengumpulkan 11 poin.
Meski begitu, performanya pada musim 2026 memberi alasan kuat untuk berharap. Marquez telah meraih enam kemenangan dalam sembilan putaran terakhir dan terus memburu gelar dunia MotoGP kedelapan.
Mandalika Belum Bersahabat dengan Marquez
Mandalika pertama kali masuk kalender MotoGP pada 2022. Sirkuit di Lombok itu langsung menghadirkan tantangan besar bagi Marquez.
Pada kunjungan perdananya, Marquez hanya menempati posisi ke-15 dalam kualifikasi. Situasi semakin buruk ketika ia mengalami highside di Tikungan 7 saat sesi Warm Up.
Kecelakaan tersebut memaksanya absen dalam balapan MotoGP Indonesia. Ia juga harus melewatkan seri berikutnya di Argentina.
Setahun kemudian, Marquez kembali ke Mandalika dengan harapan membayar kegagalan sebelumnya. Namun, dua kecelakaan pada Sabtu dan Minggu membuatnya kembali meninggalkan Indonesia tanpa poin.
Sempat Naik Podium Sprint pada 2024
Peruntungan Marquez mulai berubah pada MotoGP Indonesia 2024. Ia mampu finis ketiga dalam Sprint Race dan mengamankan tujuh poin.
Namun, performa tersebut tidak berlanjut pada balapan utama. Masalah mekanis membuat Marquez gagal menyelesaikan persaingan pada hari Minggu.
Hasil itu kembali memperpanjang penantian Marquez untuk menuntaskan balapan utama di Mandalika.
Insiden Lap Pertama Gagalkan Marquez pada 2025
Musim 2025 sebenarnya memberi sinyal positif. Saat itu, Marquez datang sebagai Juara Dunia MotoGP dan memulai balapan dari baris ketiga.
Ia kemudian finis di posisi keenam setelah menjalani hukuman Long Lap pada Sprint. Kecepatan balapannya juga menunjukkan peluang untuk tampil lebih kompetitif pada balapan utama.
Namun, harapan tersebut pupus pada Lap 1. Insiden dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing mengakhiri balapan Marquez.
Kejadian tersebut sekaligus menjadi akhir musim Marquez dengan cara yang tidak diharapkan.
Enam Kemenangan Jadi Modal Menuju Indonesia
Kini Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dalam momentum berbeda. Enam kemenangan dari sembilan putaran terakhir membuatnya datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Ia juga masih mengejar gelar juara dunia MotoGP kedelapan. Selain itu, Marquez berusaha mengejar defisit poin terbesar dalam sejarah MotoGP.
Performa sejak beberapa seri terakhir menjadi modal penting sebelum memasuki persaingan di Mandalika. Namun, Marquez memilih tidak terlalu cepat memasang ekspektasi.
“Tentu saja saya belum pernah menyelesaikan balapan di sana; saya sedikit kurang beruntung. Tahun lalu di Sprint, saya tidak merasa buruk setelah penalti Long Lap, jadi mari kita lihat,” ujar Marquez.
Menurutnya, tim masih perlu memahami potensi motor secara bertahap sepanjang akhir pekan. Ia menilai perasaannya saat mengendarai motor terus membaik.
“Kita perlu memahami apa yang bisa kita lakukan, tetapi selangkah demi selangkah saya merasa lebih baik, dan sejak Aragon, perasaan di atas motor sangat bagus,” katanya.
Marquez Ingin Tulis Ulang Kisah di Mandalika
GP Indonesia 2026 menjadi kesempatan lain bagi Marquez untuk mengakhiri penantian panjang. Ia belum pernah meraih kemenangan dalam balapan utama di Mandalika.
Kecepatan bukan persoalan utama dalam perjalanan Marquez di Indonesia. Justru berbagai insiden dan masalah teknis selalu menghalangi langkahnya menuju finis.
Kini, pembalap #93 itu memiliki peluang untuk mengubah catatan tersebut. Dengan performa kuat sepanjang musim 2026, Marquez akan kembali menghadapi tantangan Mandalika.
Persaingan GP Indonesia pun menjadi salah satu seri yang menarik perhatian. Marquez tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga tambahan poin penting dalam perburuan gelar dunia. (*)






