Padang, Javanusa—Luapan Sungai Lubuk Minturun merendam permukiman warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026).
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu kenaikan debit air sungai hingga mengancam keselamatan warga.
Merespons kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengerahkan personel bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, dan Polri.
Tim gabungan langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi warga serta mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan petugas memprioritaskan keselamatan masyarakat yang terdampak banjir.
“Saat ini, personel BPBD bersama tim TRC, TNI, dan Polri sudah berada di lokasi untuk memprioritaskan evakuasi warga terdampak serta memastikan keselamatan mereka,” kata Hendri.
BPBD Padang Fokus pada Evakuasi Warga
Personel gabungan bersiaga di kawasan terdampak untuk membantu warga menghadapi situasi darurat.
Selain mengevakuasi masyarakat, petugas juga membantu memindahkan barang-barang berharga agar terhindar dari genangan air.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat setelah Sungai Lubuk Minturun meluap akibat hujan berintensitas tinggi.
Petugas di lapangan terus mengutamakan keselamatan warga selama proses evakuasi berlangsung.
Warga di Bantaran Sungai Diminta Waspada
Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu peningkatan debit air, BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan ini terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan banjir.
Hendri meminta masyarakat terus memantau kondisi lingkungan sekitar dan mengantisipasi kemungkinan bertambahnya ketinggian air.
“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi,” ujarnya.
BPBD mengingatkan warga agar segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi air mulai meningkat dan membahayakan keselamatan.
Masyarakat juga perlu mengikuti arahan petugas di lapangan selama penanganan darurat berlangsung. (*)






