Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menyiapkan revitalisasi Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia Aie Pacah pada 2027 untuk meningkatkan standar pengolahan daging dan menjamin ketersediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana RPH di Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Senin (12/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia mengidentifikasi sejumlah fasilitas yang memerlukan perbaikan agar operasional RPH memenuhi standar kelayakan.
Fadly didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani. Peninjauan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pengelolaan dan distribusi daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sejumlah Fasilitas RPH Aie Pacah Perlu Dibenahi
Dalam evaluasi lapangan, Fadly mencatat beberapa kebutuhan prioritas. Perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penambahan sistem penggantung sapi pascapemotongan, dan pembaruan papan nama menjadi bagian dari rencana pembenahan.
Pemerintah kota juga menilai perlunya armada transportasi khusus untuk mengangkut daging. Sarana tersebut diharapkan mendukung distribusi produk yang memenuhi standar keamanan dan kebersihan pangan.
Pemko Padang menargetkan investasi revitalisasi pada 2027. Program ini bertujuan meningkatkan kelayakan fasilitas, memenuhi persyaratan sertifikasi resmi, serta memperkuat tata kelola distribusi daging.
Ke depan, pengelolaan RPH yang lebih baik diharapkan dapat mendukung pasokan daging ke berbagai sektor. Distribusi tersebut mencakup pasar tradisional, restoran, hotel, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapasitas Pemotongan Mencapai 50 Ekor Sapi per Hari
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani menjelaskan, RPH Ruminansia Aie Pacah memiliki kapasitas pemotongan 30 hingga 50 ekor sapi per hari. Namun, aktivitas operasional saat ini berkisar 15 hingga 20 ekor sapi setiap hari.
Menurut Yoice, revitalisasi yang direncanakan pada 2027 berpeluang meningkatkan kelayakan operasional fasilitas tersebut. Pembenahan juga diharapkan mendukung pemenuhan standar pengolahan daging sekaligus memperkuat rantai distribusi pangan di Kota Padang.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas RPH sejalan dengan upaya mewujudkan Padang sebagai kota gastronomi dunia.
Pemerintah kota berharap fasilitas pemotongan hewan yang lebih memadai dapat menunjang ketersediaan daging berkualitas dan mendukung perkembangan sektor kuliner daerah. (*)






