5 Orang Jadi Tersangka OTT KPK di BNPB, Termasuk Adik Kepala BNPB Suharyanto

Penulis -

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK. (Foto: KPK)

Gedung KPK. (Foto: KPK)

Jakarta, Javanusa—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Salah satu tersangka ialah Bima Setyawan, adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang bekerja sebagai tenaga ahli di lembaga tersebut.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan informasi mengenai status tersangka Bima. Ia menyampaikan keterangan itu kepada wartawan di Prambanan, Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

“Ya, terinformasi seperti itu,” ujar Setyo dikutip dari detik.com, Rabu (14/10/2026).

KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Berdasarkan Dugaan Perbuatan

Setyo menjelaskan penyidik menetapkan Bima sebagai tersangka melalui proses ekspose perkara. Menurut dia, KPK berfokus pada dugaan perbuatan melawan hukum, bukan latar belakang atau hubungan keluarga seseorang.

“Kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum,” jelas Setyo.

Dalam perkara ini, KPK menduga terjadi korupsi pada pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana siap pakai (DSP) untuk penanganan kebencanaan.

KPK telah menahan kelima tersangka. Mereka kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

KPK Amankan Uang Rp 1,4 Miliar dan Emas

Selain menetapkan tersangka, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti dari operasi tersebut. Barang bukti itu berupa uang tunai senilai Rp 1,4 miliar dan logam mulia emas.

Hingga Rabu (14/10/2026), KPK belum membeberkan secara terperinci konstruksi perkara maupun peran masing-masing tersangka.

Lembaga antirasuah itu baru mengungkap dugaan korupsi yang berkaitan dengan penggunaan dana siap pakai untuk kebencanaan.

Juru bicara BNPB, Berton Panjaitan menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan setelah KPK menggelar OTT di lingkungan lembaga tersebut. BNPB juga menegaskan pentingnya penerapan asas praduga tak bersalah bagi pihak-pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Pencari Rongsokan Ditemukan Meninggal di Banjir Kanal Alai Parak Kopi, Berjarak 500 Meter dari Titik Hilang

Ia menambahkan, BNPB siap mendukung kebutuhan penyidik selama penanganan perkara. Dukungan itu mencakup penyediaan data dan akses informasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (*)

Berita Terkait

Rustian Tinggalkan Gedung KPK Usai Diperiksa, Ini Penjelasan KPK soal Status Hukumnya
Tim Klewang Polresta Padang Tangkap Terduga Pencuri HP di Gurun Laweh, Pelaku Residivis
Depot Air Minum dan Rumah di Sungai Sapih Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta
Diduga Kampas Rem Overheat, Bus EPA Star Terbakar di Banda Buek Padang
BPBD Padang Bersihkan Material Banjir Bandang di Kampung Apa, Akses Warga Dipulihkan
Banjir Rendam Puluhan Rumah di Wahana 2 Sungai Lareh Padang, Warga Desak Penanganan Sungai Dipercepat
Kebakaran Hebat di Padang: 3 Ruko dan 7 Motor Hangus, Kerugian Capai Rp3 Miliar
Banjir Padang Rendam 120 Rumah, 672 Warga Mengungsi di Tiga Kecamatan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Sisir Rumah Kos hingga Batang Arau, Satpol PP Padang Amankan 18 Perempuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Pemko Padang Beri Bantuan Rp1,5 Juta per KK untuk Korban Kebakaran Limau Manis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir Bandang Padang, Gus Ipul: Kebutuhan Dasar Prioritas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Kerugian Kebakaran di Limau Manis Capai Rp3 Miliar, Pemko Padang Salurkan Bantuan Rp1,5 Juta per KK

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:15 WIB

MTQ ke-42 Kota Padang Masuki Final, Enam Peserta Bersaing di Tahfizh 30 Juz dan Tafsir Arab

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Evaluasi MTQN ke-42 Kota Padang, Pemko Siapkan Pola Pembinaan Al-Qur’an Berkelanjutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Fadly Amran Apresiasi Sinergi Kodaeral II Padang, Sarimpunan Tanjung Bersiap Jalani Tugas Baru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Perbaikan Intake Guo Dikebut, 4.000 Pelanggan Air Minum di Padang Terdampak

Berita Terbaru

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya saat diwawancarai awak media usai rapat kerja bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perdagangan Kota Padang, Rabu (14/10/2026). (Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

DPRD Padang Kawal Hasil Uji BBM dan Penyelesaian 1.799 Aduan Konsumen

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:01 WIB