Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melakukan pencanangan lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dengan Teknologi RDF (TPST-RDF) di TPA Aia Dingin, Rabu (13/12/2023).
Wakil Wali Kota Padang Ekos Albar mengatakan TPST-RDF merupakan salah satu alternatif pengolahan sampah yang diperoleh dari bantuan ISWMP (Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project).
Dimana RDF tersebut dapat mengolah sampah dengan kapasitas 200 ton/hari dengan anggaran sebesar Rp 107 miliar.
“Kita telah berproses untuk mendapatkan bantuan ini sejak tahun 2021. Alhamdulillah, hari ini kita resmikan lokasi untuk pembangunan TPST-RDF,” ujar Wawako.
TPST-RDF tersebut nantinya akan dibangun di TPA Aia Dingin pada awal tahun 2024. Produk hasil RDF akan dipergunakan PT Semen Padang menjadi bahan bakar pengganti batubara.
Semoga dengan adanya RDF dapat menjadi harapan baru bagi Kota Padang untuk mencapai pengelolaan sampah yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala DLH Padang Fadelan FM mengatakan manfaat adanya RDF ini dapat memperpanjang masa pakai TPA serta dapat mengurangi emisi karbon dari gas metana yang menjadi penyebab rusaknya ozon dan pemanasan global.
RDF juga bisa menjadi energi terbarukan dan menjadi sumber pendapatan daerah yang baru bagi kota Padang.
Untuk diketahui, jumlah sampah di Kota Padang mencapai 641 ton/hari. Pada hari libur, jumlah sampah Kota Padang tercatat sebesar 705 ton/hari.
Sementara TPA Aia Dingin memiliki luas 33 Ha, tapi yang dikuasai baru 18 Ha dengan kapasitas 4-4,8 juta ton dan kondisi eksisting sudah terisi 90% dari luas TPA (3,7-4 juta ton).
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis, diperkirakan TPA Aia Dingin ini akan penuh pada tahun 2026. (*/jn01)






