Pasbar, Javanusa—Warga Kampung Nelayan Jorong Pondok Kecamatan Sasak Ranah Pasisie menggelar memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 H di Masjid Ar Raudhah, Kamis (8/2/2024) malam.
Dalam kesempatan itu hadir Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto, Wakil Ketua DPRD Pasbar Endra Yama Putra, Camat, Forkopimca dan stakeholder terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Risnawanto mengatakan bulan ini merupakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, bagaimana kaum muslim mengingat sejarah perjuangan nabi untuk umatnya.
Baca Juga: Wako Zul Elfian Dukung Penuh Muhammadiyah
“Kaum muslimin menggelar peringatan salah satu peristiwa sangat penting bagi umat Islam, yakni peristiwa Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam,” ucapnya.
Pentingnya Kesehatan dan Pendidikan
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Risnawanto juga mengingatkan warga Kampung Nelayan yang dominan bekerja sebagai nelayan untuk mengurus kartu BPJS-nya.
“Setiap tiga bulan sekali silahkan cek kondisi kesehatan ke rumah sakit, jangan menunggu sakit dulu. Kalau belum ada BPJS kesehatan silahkan hubungi camat dan jorong. Karena kesehatan itu sangat bernilai harganya,” katanya.
Selain itu, Wakil Bupati Risnawanto juga meminta warga kampung nelayan agar menyekolahkan anaknya dan jangan sampai putus sekolah, karena SD dan SMP itu tidak dipungut biaya oleh pemerintah.
“Kita usahakan jangan sampai ada pungutan yang membebani siswa, sehingga memicu putus sekolah. Jangan karena seragam ada putus sekolah. Karena ada bantuan seragam sekolah juga melalui dana Pokir anggota dewan dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Begitu juga dengan program pemerintah daerah seperti Tahfiz Al Quran. Di Masjid Ar Raudhah Perumahan Kampung Nelayan agar menyediakan TPA. Sehingga anak anak bisa menjadi Tahfiz Al Quran. Kepada pengurus masjid untuk mengaktifkan TPA sehingga bisa mendapatkan bantuan,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pasbar Endra Yama Putra menekankan pesta demokrasi pada 14 Februari mendatang. Masyarakat diminta arif dan bijaksana dalam menggunakan hak pilihnya.
“Hindari politik uang. Karena salah memilih pemimpin masyarakat yang akan rugi dan pembangunan tidak berjalan dengan lancar,” katanya. (*/jn09)






