Pessel, Javanusa—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) akan membangun Pojok Literasi dengan memanfaatkan ruang terbuka di halaman kantor dinas tersebut pada tahun 2026 ini.
Pembangunan itu bertujuan untuk menghadirkan ruang baca terbuka yang nyaman, inklusif, dan mudah diakses masyarakat sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Adril Yesmen menjelaskan literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Literasi menjadi pondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Menurut Adril Yesmen, masyarakat yang memiliki tingkat literasi baik akan lebih siap menghadapi perubahan zaman. Sebab literasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dampak positif literasi juga terlihat pada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Ketika masyarakat gemar membaca dan terbiasa mencari informasi yang benar, maka pola pikirnya akan lebih kritis, produktif, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” katanya, Senin (23/2/2026).
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel memandang pembangunan Pojok Literasi sebagai langkah strategis dalam mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Ia menyebut ruang terbuka tersebut akan dirancang sebagai tempat yang ramah anak, pelajar, serta komunitas literasi.
Ia mengungkapkan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah tidak menjadi penghalang untuk berinovasi. Sebab pihaknya akan menggandeng perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai sumber pendanaan pembangunan sarana dan prasarana Pojok Literasi tersebut.
Ia menambahkan pemanfaatan dana CSR dilakukan sesuai ketentuan dan prinsip akuntabilitas. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi solusi kreatif agar program literasi tetap berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara berlebihan.
Melalui dukungan CSR, dinas berencana melengkapi Pojok Literasi dengan rak buku, meja baca, fasilitas tempat duduk yang nyaman, serta penataan lingkungan yang asri. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan membaca.
Selain itu, Adril Yesmen mengungkapkan penyediaan buku bacaan akan dilakukan melalui gerakan 1 ASN 1 Buku. Gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian aparatur sipil negara terhadap pengembangan literasi masyarakat.
Ia menambahkan, setiap ASN di lingkungan Pemkab Pessel akan didorong menyumbangkan minimal satu buku bacaan yang layak dan berkualitas. Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya memperkaya koleksi buku, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun budaya baca.
Sebagaimana diketahui, pembangunan Pojok Literasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Unggulan (Progul) Nagari Pandai 2025-2030 yang diusung Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni bersama Wakil Bupati, Risnaldi Ibrahim. Program tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia berbasis nagari.
Sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel juga telah melaksanakan berbagai kegiatan literasi, seperti layanan perpustakaan keliling, pembinaan pojok baca nagari, serta pelatihan literasi digital bagi pelajar dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi pondasi awal dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian turut memberikan dukungan terhadap inovasi yang dilakukan dinas tersebut.
Ia menilai langkah menggandeng CSR sebagai bentuk kreativitas dan komitmen dalam mencari peluang pendanaan yang dibolehkan aturan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Dani Sopian menyatakan DPRD mendorong setiap organisasi perangkat daerah untuk terus berinovasi secara bertanggung jawab.
“Kami mengapresiasi upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menghadirkan Pojok Literasi sebagai terobosan edukatif. Ini langkah konkret dalam menyiapkan generasi yang cerdas dan berwawasan luas,” ujarnya.
Ia menambahkan literasi merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Menurutnya, peningkatan minat baca akan berdampak pada kualitas generasi muda, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung visi pembangunan yang berkelanjutan.
Dani Sopian juga berharap agar kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia menilai bahwa sinergi melalui CSR dan gerakan 1 ASN 1 Buku mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Dengan hadirnya Pojok Literasi tersebut, Pemkab Pessel berharap masyarakat semakin mudah mengakses bahan bacaan dan ruang belajar yang nyaman. Upaya itu menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi, melainkan tantangan untuk melahirkan gagasan kreatif demi terwujudnya Nagari Pandai yang cerdas dan berdaya saing. (yoniks)






