Javanusa.com—Afrika Selatan bertekad melanjutkan kiprah bersejarah mereka di Piala Dunia FIFA 2026 saat menghadapi Kanada pada babak 32 besar.
Laga di Los Angeles Stadium itu menjadi kesempatan bagi Bafana Bafana untuk melangkah lebih jauh setelah untuk pertama kalinya menembus fase gugur turnamen sepak bola terbesar dunia.
Afrika Selatan Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Pertemuan Afrika Selatan melawan Kanada mempertemukan dua negara yang sama-sama baru mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Bagi Afrika Selatan, pertandingan ini juga menjadi kali kedua menghadapi tuan rumah turnamen setelah sebelumnya takluk dari Meksiko pada laga pembuka.
Bek Afrika Selatan, Ime Okon, menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan besar bagi negaranya.
“Ini adalah momen bersejarah bagi kami sebagai sebuah negara. Kami benar-benar senang dan antusias menyambutnya,” ujar Okon.
Selanjutnya, skuad asuhan Hugo Broos datang dengan modal kepercayaan diri yang terus meningkat. Mereka ingin memastikan perjalanan di Piala Dunia 2026 tidak berhenti di babak 32 besar.
Perubahan Besar di Era Hugo Broos
Keberhasilan Afrika Selatan menembus fase gugur menjadi hasil proses panjang sejak Hugo Broos mengambil alih kursi pelatih pada 2021.
Pelatih asal Belgia itu membangun tim secara bertahap hingga membawa Bafana Bafana meraih peringkat ketiga Piala Afrika 2023.
Broos mengakui perjalanan tersebut tidak mudah. Pada awal masa kepemimpinannya, banyak pihak meragukan arah pembangunan tim yang ia lakukan.
“Saya tidak bisa memungkiri bahwa dalam lima tahun ini tim mengalami perkembangan dan saya berhasil mengubah sesuatu di Afrika Selatan,” kata Broos.
Ia menjelaskan sempat mendapat kritik karena memberi kesempatan kepada pemain dari klub-klub kecil. Menurutnya, keputusan itu merupakan bagian dari proses membentuk fondasi tim yang kuat.
“Setelah kami meraih medali perunggu dua tahun lalu di Pantai Gading pada Piala Afrika, tiba-tiba mata semua orang terbuka,” ujarnya.
Bangkit Setelah Awal yang Sulit
Perjalanan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 tidak dimulai dengan mulus. Mereka kalah 0-2 pada laga pertama, yang juga diwarnai dua kartu merah sehingga peluang lolos sempat diragukan.
Namun, Bafana Bafana menunjukkan kebangkitan. Mereka mencuri satu poin saat menghadapi Ceko melalui gol pada menit-menit akhir sebelum mengalahkan Korea Selatan pada laga penentuan. Hasil itu mengantarkan Afrika Selatan finis sebagai runner-up Grup A.
Broos menilai pencapaian tersebut sudah menjadi keberhasilan tersendiri. Namun, ia menegaskan timnya belum ingin berhenti sampai di sini.
“Sekarang kami sudah bisa mengatakan bahwa Piala Dunia ini merupakan sebuah kesuksesan bagi kami. Semua orang berharap kami mencapai babak kedua, dan kami berhasil melakukannya,” kata Broos.
Meski demikian, ia memastikan para pemain tetap membidik kemenangan atas Kanada.
“Kami ingin memenangi pertandingan besok. Jika kami bisa menunjukkan mentalitas dan level permainan yang sama seperti saat melawan Korea Selatan, saya rasa kami punya peluang untuk menang, meskipun Kanada adalah tim yang sangat bagus,” ujarnya.
Broos menambahkan, jika Afrika Selatan mampu melangkah ke babak berikutnya, pencapaian itu akan menjadi sebuah keajaiban bagi Bafana Bafana.
Dukungan Suporter Jadi Motivasi Tambahan
Ime Okon mengatakan dukungan masyarakat Afrika Selatan menjadi energi besar bagi seluruh pemain selama tampil di Piala Dunia 2026.
“Tentu sangat menyenangkan mengetahui bahwa semua orang mendukung kami,” kata Okon.
Menurutnya, para pemain tidak hanya bertanding untuk diri sendiri maupun keluarga, tetapi juga membawa harapan seluruh masyarakat Afrika Selatan. Karena itu, mereka bertekad memberikan penampilan terbaik demi memperpanjang langkah di turnamen.
Dengan kepercayaan diri yang terus tumbuh dan dukungan penuh dari publik, Afrika Selatan kini mengincar kejutan berikutnya saat menghadapi Kanada demi menjaga mimpi mereka tetap hidup di Piala Dunia FIFA 2026. (*/red)






