Pessel, Javanusa—Penggiat olahraga Sumatera Barat (Sumbar ) Agusmardi, BAc mendorong Komisi IV DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk lebih serius dalam mengembangkan bidang olahraga di daerah itu.
Menurutnya, olahraga memiliki nilai strategis dalam pembangunan daerah, khususnya sebagai sarana persatuan, pembentukan karakter dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) generasi muda.
“Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tapi juga media nation and character building. Komisi IV DPRD Pessel harus melihat ini sebagai peluang strategis dalam membangun daerah,” ujar Agusmardi, kepada media ini Kamis (14/8/2025).
Ia menyoroti pentingnya peran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pessel sebagai satu-satunya induk organisasi olahraga prestasi yang mendapat dukungan anggaran dari APBD maupun APBN.
Menurutnya, dukungan terhadap KONI menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi dan mendorong pembinaan yang berkelanjutan di daerah.
“Melalui KONI, pembinaan atlet bisa dilakukan secara terstruktur dan berorientasi jangka panjang. Ini akan berdampak positif pada kualitas SDM kita ke depan,” jelasnya.
Agusmardi juga menyebutkan sejarah telah membuktikan bahwa Pessel memiliki banyak figur inspiratif dari dunia olahraga.
Dia mencontohkan nama-nama seperti, Indra Syafri dan Alm Syaiful Nazar, sebagai sosok kebanggaan yang lahir dari rahim olahraga Pessel.
“Ini bukti olahraga bisa mengangkat martabat daerah. Maka sudah seharusnya pembangunan keolahragaan di Pessel tidak dianggap remeh,” ingatnya.
Lebih jauh, Agusmardi menjelaskan olahraga juga bisa menjadi solusi untuk berbagai persoalan pembangunan, termasuk ekonomi.
Jika dikelola dengan baik, olahraga bisa menggairahkan sektor UMKM dan membuka peluang kerja baru melalui penyelenggaraan event olahraga.
“Kita harus lihat dampak berantai dari olahraga. Event olahraga bisa menggerakkan ekonomi lokal. Penjual makanan, penginapan, transportasi, semua bisa hidup,” katanya.
Selain aspek ekonomi, perhatian terhadap olahraga juga diyakini Agusmardi mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
Dia menilai generasi muda harus diberikan ruang untuk menyalurkan energi dan potensinya secara positif.
“Olahraga adalah alat preventif sosial yang sangat ampuh. Anak-anak muda yang sibuk latihan dan bertanding tidak akan punya waktu untuk hal-hal negatif,” ungkapnya.
Oleh karena itu, karateka DAN IV ini meminta supaya Komisi IV DPRD Pessel, yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan olahraga, tidak hanya fokus pada anggaran formalitas. Tapi benar-benar mendorong kebijakan yang progresif dan berdampak nyata bagi kemajuan olahraga daerah.
“Sinergi antara DPRD, KONI, dan pemerintah daerah harus dikuatkan. Jangan sampai potensi yang kita miliki justru terabaikan karena kurangnya perhatian,” tambah Agusmardi lagi.
Ia menjelaskan, pembangunan olahraga bukan hanya soal medali dan kompetisi, tapi juga tentang membentuk mental, disiplin, dan integritas generasi penerus.
“Kalau ini diseriusi, olahraga bisa menjadi motor pembangunan karakter masyarakat Pessel. Saya yakin itu,” pungkasnya.
Dengan berbagai manfaat besar yang ditawarkan oleh sektor olahraga, Agusmardi berharap Komisi IV DPRD Pessel bisa mengambil peran lebih aktif dan nyata dalam mengembangkan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. (yoniks)






