Agusmardi: Promosi Gratis Lewat Dendang, Inovasi Kreatif Pelaku Usaha di Tengah Lesunya Ekonomi Sumbar

Penulis -

Rabu, 15 Oktober 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Agusmardi saat melantunkan tembang Minang melalui akun tiktoknya sambil melakukan promosi produk UMKM. (Foto: Dok. AG)

Agusmardi saat melantunkan tembang Minang melalui akun tiktoknya sambil melakukan promosi produk UMKM. (Foto: Dok. AG)

Padang, Javanusa—Walau di tengah tekanan ekonomi yang masih melanda sebagaimana juga dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak kehabisan akal untuk terus bertahan.

Salah satu terobosan menarik datang dari inisiatif promosi usaha secara gratis melalui program dendang dan lagu Minang, yang digagas oleh wartawan senior Agusmardi, yang akrab disapa Bung AG.

Dalam program ini, promosi produk dilakukan tidak dengan cara konvensional, melainkan melalui tembang-tembang Minang yang dipadukan dengan narasi usaha.

Para pelaku UMKM dipromosikan namanya, alamat toko, hingga nomor kontak saat mendendangkan lagi dengan penuh semangat pada layar android yang dikemas secara menarik. Program ini sekarang menjadi alternatif promosi gratis yang sangat membantu pelaku usaha di tengah lesunya daya beli masyarakat.

Salah satu pelaku usaha yang telah merasakan manfaat program ini adalah Kacamata Retina Optikal, yang berlokasi di Komplek Koppas Plaza Nomor 45 B, Pasar Raya Padang. Lewat dendang Minang yang dibawakan Bung AG, toko ini kini semakin dikenal masyarakat luas, terutama melalui penyebaran video lagu yang diunggah ke media sosial.

Selain itu, Toko Busana Cia, yang terletak di Blok A Los C Nomor 79-80, Pasar Tanah Abang, juga turut dipromosikan. Meski berlokasi di luar Sumbar, semangat kebersamaan dan solidaritas dalam membangkitkan ekonomi masyarakat Minang membuat toko ini juga mendapatkan ruang dalam program dendang promosi tersebut.

Lalu siapa sosok dibalik semua ini?

Agusmardi, wartawan senior yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia jurnalistik, kini menggabungkan hobinya dalam bermusik dengan kepeduliannya terhadap pelaku UMKM.

Melalui suara khasnya, dia menyampaikan informasi usaha dengan gaya yang ringan namun tetap menggugah kesadaran masyarakat untuk mencintai produk lokal.

Baca Juga :  Pacu Kudo 2026 Padang Pariaman Dibuka, 80 Kuda Berlaga di 28 Race

“Promosi itu nyawa usaha. Kalau tidak dikenal, bagaimana orang mau beli? Di sinilah kita hadir, membantu semampunya lewat talenta yang kita punya,” ujar Agusmardi, Rabu (15/10/2025).

Promosi gratis itu menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial, sekaligus ajakan agar masyarakat tetap semangat untuk berproduksi.

Inovasi itu lahir dari keprihatinan terhadap kondisi ekonomi Sumbar yang menurut data terbaru berada di urutan terakhir di Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi yang lambat disertai dengan turunnya daya beli masyarakat, membuat banyak pelaku UMKM kelimpungan. Namun, semangat untuk tetap bertahan tidak pernah surut.

“Kita tidak bisa menunggu bantuan terus-menerus. Kreativitas harus jadi andalan. Kita punya budaya, kita punya musik, kenapa tidak kita manfaatkan untuk bantu sesama,” sebut Agusmardi.

Dia percaya bahwa budaya lokal, termasuk musik tradisional, bisa menjadi alat promosi yang kuat dan unik. Di sisi lain, pelaku usaha juga diajak untuk aktif menciptakan produk-produk yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar.

Dalam beberapa episode programnya, Bung AG menyelipkan pesan-pesan edukatif agar pelaku usaha tidak hanya berpromosi, tapi juga terus meningkatkan mutu produksi.

Para pelaku usaha dari kampuang juga mulai dilibatkan. Mereka diajak untuk mengirimkan data produksi, baik berupa makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk fashion lokal.

Semuanya akan dipromosikan secara gratis melalui lagu yang direkam dan disebarluaskan melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Facebook, dan TikTok.

Program ini tidak hanya menjadi media promosi, tapi juga menjadi alat edukasi bagi masyarakat. Melalui lirik lagu yang mengangkat nilai-nilai lokal, semangat gotong royong, dan pentingnya mencintai produk dalam negeri, masyarakat diajak untuk menjadi bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan.

Dengan semangat “Ayo Berproduksi, Cintai Produk Dalam Negeri”, Bung AG dan rekan-rekannya kini menjadi semacam influencer budaya yang menyuarakan pentingnya promosi kreatif. Mereka tidak hanya menyanyi, tapi juga menyemangati, menguatkan, dan membangkitkan rasa percaya diri pelaku UMKM.

Baca Juga :  Kejar Target Wajib Halal Oktober, 6.021 Unit Usaha di Payakumbuh Telah Tersertifikasi

Namun, tentu saja, program ini bukan tanpa tantangan. Minimnya peralatan produksi, keterbatasan waktu, dan belum adanya dukungan penuh dari pihak pemerintah membuat gerakan ini masih berjalan secara swadaya. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, media, dan pemerintah daerah.

Solusi ke depan adalah menghadirkan wadah promosi berbasis budaya yang terorganisir. Pemerintah daerah dapat menggandeng para kreator lokal seperti Bung AG untuk membuat kanal resmi promosi UMKM berbasis seni.

Selain itu, pelatihan digital marketing berbasis lokalitas perlu digencarkan agar UMKM tidak hanya bertahan, tapi bisa tumbuh.

Program dendang promosi ini menunjukkan di tengah keterbatasan, kreativitas bisa menjadi jalan keluar. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pelaku usaha bisa tetap eksis, masyarakat bisa tetap bangga dengan produk lokal, dan budaya Minang bisa semakin lestari. Di saat banyak yang terpuruk, mereka yang tetap bernyanyi dan berbagi adalah pahlawan ekonomi masa kini. (nik)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru