Javanusa.com—AKBVR NAYO merangkum perjalanan musik dan emosional selama tujuh tahun melalui album terbaru bertajuk SEPTIMA. Album ini memuat tujuh lagu yang merekam perubahan perasaan sejak 2019 hingga 2026.
SEPTIMA tidak hadir sebagai kumpulan lagu yang berdiri sendiri. AKBVR NAYO menyusun setiap nomor sebagai bagian dari rangkaian cerita tentang cinta, pengkhianatan, kehilangan, kerinduan, hingga penerimaan.
SEPTIMA Jadi Penanda Tujuh Tahun Perjalanan
Pemilihan nama SEPTIMA memiliki kaitan erat dengan konsep album. Dalam istilah musik, septima merujuk pada interval ketujuh.
Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi identitas album. Angka tujuh merepresentasikan perjalanan AKBVR NAYO selama tujuh tahun, sekaligus jumlah lagu yang terdapat di dalamnya.
Momentum September juga menjadi bagian dari konsep kelahiran album tersebut. Dengan demikian, unsur waktu, musik, dan perjalanan emosional berpadu dalam satu karya.
Album SEPTIMA membawa pendengar mengikuti tujuh fase perasaan yang saling berkaitan. Setiap lagu menggambarkan perubahan emosi ketika seseorang menghadapi hubungan, perpisahan, dan kenangan.
Dari Cinta Menuju Harapan
Cerita dalam album dibuka melalui lagu Edelweiss. Lagu ini menggambarkan cinta yang tulus, langka, serta memiliki keyakinan untuk bertahan.
Perjalanan kemudian berlanjut melalui Izinkanku Bersamanya. Pada fase ini, rasa kagum berkembang menjadi keinginan untuk membangun kehidupan bersama orang yang dicintai.
Namun, kisah dalam SEPTIMA tidak terus berada dalam suasana bahagia. Cerita perlahan bergerak menuju konflik ketika kepercayaan mulai mengalami keretakan.
Pengkhianatan dan Kehilangan
Lagu Khianat menjadi bagian yang menggambarkan runtuhnya kepercayaan. Perasaan kecewa muncul setelah hubungan menghadapi pengkhianatan.
Setelah itu, Kehilanganmu membawa cerita pada fase perpisahan. Pada titik tersebut, kehilangan menjadi kenyataan yang harus dihadapi.
Rangkaian cerita kemudian memasuki bab berikutnya melalui Pulanglah Kepadaku. Lagu ini menggambarkan harapan yang masih tersisa meski seseorang telah mengalami kehilangan.
Ketika Rindu Berubah Menjadi Penyesalan
Perjalanan emosional SEPTIMA berlanjut melalui Rinduku Salah. Lagu tersebut menggambarkan kesadaran bahwa rasa rindu tidak selalu berarti sebuah hubungan harus kembali diperjuangkan.
Dari sana, cerita bergerak menuju bab terakhir. Luka Perih menjadi penutup perjalanan tujuh lagu dalam album SEPTIMA.
Lagu tersebut membawa narasi menuju penerimaan. Luka yang sebelumnya terasa berat perlahan berubah menjadi bagian dari kenangan.
Melalui SEPTIMA, AKBVR NAYO tidak hanya menyajikan tujuh lagu. Album ini menjadi dokumentasi perjalanan emosional selama tujuh tahun, dari cinta dan harapan hingga kehilangan dan penerimaan. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Sabs Media






