Padang, Javanusa—Sebanyak 600 pelajar di Kota Padang menerima reward karena konsisten mengikuti Subuh Mubarokah dalam Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Setiap penerima memperoleh uang tunai Rp300 ribu.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyerahkan reward tersebut secara simbolis dalam rangkaian Wirid Gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (2/10/2026).
Penerima reward terdiri dari 300 pelajar SD dan 300 siswa SMP. Mereka mendapat apresiasi atas keaktifan mengikuti kegiatan Subuh Mubarokah yang menjadi bagian dari Progul Smart Surau.
Maigus Nasir mengatakan pemberian penghargaan tersebut bertujuan mengapresiasi sekaligus mendorong peserta didik agar terus mengikuti kegiatan secara konsisten.
Menurutnya, Pemko Padang juga menyiapkan pengembangan skema apresiasi dengan melibatkan guru dan orang tua. Keduanya dinilai memiliki peran penting dalam mendampingi anak mengikuti kegiatan keagamaan.
“Saya berharap anak-anak yang hari ini menerima reward tetap konsisten disusul dengan peserta didik lainnya. Ke depan, reward juga akan diberikan kepada guru dan orang tua yang aktif mendampingi mereka,” kata Maigus.
Guru Didorong Aktif Dampingi Siswa
Selain memberikan apresiasi kepada pelajar, Pemko Padang memperkuat keterlibatan guru dalam pelaksanaan Smart Surau.
Guru SD dan SMP didorong mendampingi peserta didik sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah. Dengan begitu, guru tidak hanya menjalankan peran sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan dan motivator bagi siswa.
Maigus juga mengajak ASN Pemko Padang serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan Smart Surau secara bersama-sama.
“Kepada seluruh ASN Pemko Padang dan stakeholder terkait juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam memperkuat Smart Surau. Mari kita dukung dan wujudkan bersama cita-cita ini untuk menjadikan generasi Kota Padang yang beriman, cerdas dan berkarakter mulia,” ujarnya.
Wirid Gabungan Bukan Sekadar Formalitas
Dalam kesempatan itu, Maigus mengingatkan agar Wirid Gabungan Pemko Padang yang berlangsung setiap bulan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin.
Ia meminta kegiatan tersebut memberi dampak pada penguatan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kehadiran ASN tidak semata untuk memenuhi absensi, tetapi juga mengikuti kegiatan dengan kesadaran dan pengamalan.
“Saya mengajak Bapak dan Ibu menjadikan wirid ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas absensi, tetapi sarana memperkuat nilai-nilai agama dalam kepribadian dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Maigus.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Padang Yasril, Ketua Baznas Padang Yuspardi, para Asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta ASN di lingkungan Pemko Padang. (*)






