Pessel, Javanusa—Suara perlawanan masyarakat Bayang terhadap pembalakan liar di hulu Sungai Batang Bayang kian menguat Minggu (10/8).
Ratusan tokoh dari Nagari Bayang dan Bayang Utara berkumpul di Teratak Teleng dalam forum Rapat Anak Nagari, menyatakan penolakan keras atas kerusakan hutan yang mengancam sumber air utama masyarakat.
Dipimpin tokoh masyarakat H. Zaitul Ikhlas, rapat yang berlangsung hingga siang hari itu menyepakati sikap bersama, menolak segala bentuk aktivitas pembalakan di kawasan hulu Sungai Batang Bayang yang terletak di wilayah Sariak Bayang, Alahan Panjang, Kabupaten Solok.
“Kami mendesak agar pembalakan dihentikan total dan hutan dikembalikan ke fungsi aslinya sebagai kawasan suaka alam,” tegas Zaitul Ikhlas.
Sebagai bentuk keseriusan, warga membentuk Tim Perjuangan Anak Nagari yang akan membawa aspirasi ini hingga ke tingkat kabupaten, provinsi, bahkan pusat.
Tim ini diketuai oleh H Ikhlas Rasuki, dengan Yose Leonando sebagai sekretaris, dan Neng Efendi Datuak Rajo Nan Gadang sebagai bendahara.
Warga Satukan Suara, Pemerintah Diminta Bertindak
Rapat dihadiri lengkap oleh unsur masyarakat nagari, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, pemuda, camat, wali nagari, Bamus, serta tokoh-tokoh perantau.
Semua menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi hulu sungai yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Bayang.
Yose Leonando mengingatkan kerusakan hulu sungai bukan hanya persoalan lokal, melainkan ancaman serius bagi seluruh kawasan Pesisir Selatan.
“Kami tidak ingin banjir bandang menjadi harga atas kelalaian menjaga hutan. Ini menyangkut keselamatan bersama,” ujarnya.
#SaveBayang, Gerakan Warga yang Menggema
Gerakan #SaveBayang kini telah menggema di berbagai platform media sosial, menjadi simbol perlawanan warga terhadap eksploitasi hutan yang tak bertanggung jawab.
Desakan publik pun mengarah ke pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas.
Anggota DPRD Pessel, Novermal Yuska dari Fraksi PAN, menyatakan komitmennya untuk mengawal tuntutan masyarakat Bayang.
“Isu ini bukan hanya soal lingkungan, tapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk hidup aman dan sehat. Saya akan kawal sampai ke tingkat pusat,” ujar Novermal dalam sambutannya di Rapat Anak Nagari.
Ia juga mengapresiasi semangat kolektif warga yang berinisiatif menyelamatkan lingkungan demi masa depan.
Sudah Disegel Gakkum KLHK
Aksi masyarakat ternyata bukan tanpa hasil. Sebelumnya, Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Sumatera telah menyegel lokasi pembalakan liar di kawasan Sariak Bayang, tepatnya di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Kamis (7/08/2025)
Penyegelan dipimpin langsung oleh Kepala Balai Gakkum, Hari Novianto, bersama Novermal selaku pelapor, dan disaksikan jajaran Pemprov Sumbar, Pemkab Solok, serta Polres Solok.
Lokasi tersebut diketahui sebagai daerah tangkapan air strategis yang mengalir hingga ke Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.
Bila dibiarkan, pembalakan liar berpotensi besar memicu bencana ekologis, seperti banjir bandang yang sudah pernah terjadi. (yoniks)






