Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman bergerak cepat untuk mencegah gagal panen akibat serangan hama wereng.
Sebagai langkah nyata, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman menggelar aksi penyemprotan pestisida di Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa (3/2).
Kegiatan penyemprotan ini dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pariaman, Afrizal Azhar, menyusul laporan peningkatan populasi hama wereng di beberapa titik produktif.
“Kita tidak ingin petani merugi. Penyemprotan ini bentuk hadirnya pemerintah untuk mengamankan stok pangan dan memastikan panen berjalan maksimal,” ujar Afrizal Azhar.
Selain penyemprotan, Pemko Pariaman memberikan edukasi pola tanam serentak dan penggunaan pestisida dengan dosis tepat. Hama wereng memiliki daya rusak cepat sehingga deteksi dini sangat penting.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, menjelaskan penyemprotan difokuskan pada persemaian benih padi.
“Penyemprotan dilakukan untuk 35 petani Talang Kuning, Desa Cubadak Air, dengan luas sawah 27 hektare. Benih padi yang digunakan jenis Sokan dan PB 42 berusia 15-20 hari,” jelas Marlina.
Langkah ini termasuk pengendalian dini agar risiko kerusakan padi dapat ditekan sebelum panen raya. Pendampingan teknis juga diberikan oleh Penyuluh Pertanian setempat.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nazifah; Staf Ahli Sekretariat Daerah, Sadrianto; serta Kabag, Camat, dan beberapa Penyuluh Pertanian. (*/red)






