Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Kesehatan Padang Panjang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mengikuti kegiatan donor darah menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Donor darah dijadwalkan berlangsung di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Padang Panjang, Selasa (17/2/2026). Program ini menjadi langkah antisipasi penurunan stok darah saat bulan puasa.
Kegiatan terbuka bagi pendonor sukarela yang memenuhi syarat kesehatan. Petugas medis UTD akan melakukan skrining tekanan darah, hemoglobin, dan riwayat kesehatan sebelum proses donor. Targetnya, stok darah aman untuk kebutuhan layanan rujukan regional.
Stok Darah Cenderung Turun Saat Bulan Puasa
Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang, dr. Sonya Themiarto, mengatakan kebutuhan darah biasanya meningkat saat Ramadan.
Namun di sisi lain, jumlah pendonor aktif justru cenderung menurun. Karena itu, penggalangan donor dilakukan lebih awal.
“Di bulan puasa biasanya kebutuhan darah cukup tinggi, sementara jumlah pendonor menurun. Momentum menjelang Ramadan ini kami nilai tepat untuk mengajak masyarakat berbagi,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Satu Kantong Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Menurut Sonya, satu kali donor dapat membantu lebih dari satu pasien melalui pemisahan komponen darah. Kebutuhan transfusi rutin digunakan untuk pasien operasi, persalinan, kecelakaan, hingga penderita penyakit kronis. Karena itu, ketersediaan stok harus dijaga stabil.
“Kami mengajak masyarakat yang sehat untuk mendonor sebelum Ramadan. Setiap tetes darah sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan,” katanya.
Fokus pada ASN dan Pendonor Sukarela
Dinkes mendorong partisipasi ASN sebagai motor penggerak donor sukarela di lingkungan pemerintahan. Selain itu, komunitas dan organisasi masyarakat juga diajak ikut berpartisipasi. Skema ini diharapkan memperluas basis pendonor tetap di Padang Panjang.
Pemerintah daerah menilai donor darah bukan hanya aksi kemanusiaan, tetapi juga indikator kepedulian sosial warga kota. Dengan stok darah yang terjaga, layanan kesehatan selama Ramadan dapat tetap berjalan optimal. (*/red)






