Apakah Telur Rebus Bisa Basi? Kenali 4 Ciri-Cirinya Sebelum Dikonsumsi

Penulis -

Senin, 6 Juli 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi telur rebus. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi telur rebus. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Banyak orang mengira telur rebus lebih tahan lama dibandingkan telur mentah karena sudah melalui proses pemasakan.

Faktanya, telur rebus tetap bisa basi jika disimpan dengan cara yang kurang tepat. Mengenali tanda-tanda kerusakan dan menerapkan penyimpanan yang benar menjadi langkah penting untuk mencegah risiko keracunan makanan.

Telur Rebus Tetap Bisa Basi Meski Sudah Matang

Telur rebus menjadi salah satu lauk praktis yang kaya protein dan mudah disiapkan dalam jumlah banyak. Namun, kematangan telur bukan jaminan makanan ini akan bertahan lebih lama.

Proses perebusan justru menghilangkan lapisan pelindung alami pada kulit telur. Akibatnya, telur lebih mudah terpapar udara, bakteri, maupun jamur apabila penyimpanannya tidak higienis atau terlalu lama berada di suhu ruang.

Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi telur sebelum dikonsumsi, terutama jika sudah disimpan selama beberapa hari di dalam lemari pendingin.

Ciri-Ciri Telur Rebus yang Sudah Basi

Ada beberapa tanda yang menunjukkan telur rebus sudah tidak layak dikonsumsi.

1. Mengeluarkan Bau Menyengat

Bau busuk menjadi tanda paling mudah dikenali. Aroma menyengat menyerupai belerang bahkan dapat tercium meski cangkang telur masih utuh.

Jika bau tidak sedap muncul saat telur dikupas atau sebelum cangkang dipecahkan, sebaiknya segera buang telur tersebut.

2. Putih Telur Berlendir

Putih telur rebus yang masih segar memiliki tekstur padat dan sedikit kenyal. Sebaliknya, telur yang mulai rusak akan terasa licin, berlendir, atau bahkan berair saat disentuh.

Perubahan warna menjadi keabu-abuan atau kehijauan juga menjadi indikator bahwa proses pembusukan telah terjadi.

3. Kuning Telur Berubah Warna

Kuning telur segar umumnya berwarna kuning cerah dengan tekstur lembut. Ketika kualitasnya menurun, warnanya dapat berubah menjadi lebih gelap hingga kehitaman.

Baca Juga :  Medan-Danau Toba 1,5 Jam, Lewat Jalan Tol "Kutepat" Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat

Selain itu, kuning telur bisa mengering, mengeras, atau terlepas dari bagian putihnya. Kemunculan bercak hitam juga menandakan telur sudah tidak aman untuk dimakan.

4. Muncul Jamur

Jamur dapat terlihat sebagai bercak hijau, biru, atau hitam pada cangkang maupun isi telur. Kondisi ini biasanya muncul akibat penyimpanan di wadah yang lembap atau tidak tertutup rapat.

Apabila jamur sudah terlihat, telur harus segera dibuang karena berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.

Cara Menyimpan Telur Rebus agar Tidak Cepat Basi

Penyimpanan yang benar membantu mempertahankan kualitas telur rebus lebih lama. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

    • Simpan telur rebus utuh di dalam wadah tertutup lalu letakkan di kulkas.
    • Telur rebus yang masih bercangkang umumnya dapat bertahan hingga satu minggu dalam suhu dingin.
    • Hindari membiarkan telur berada di luar kulkas lebih dari dua jam, terutama di daerah beriklim tropis.
    • Kupas kulit telur hanya ketika akan dikonsumsi.
    • Gunakan wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat.
    • Pisahkan penyimpanan telur rebus dari daging atau ikan mentah untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Meski disimpan di dalam kulkas, selalu periksa aroma, warna, dan teksturnya sebelum disantap.

Bahaya Mengonsumsi Telur Rebus Basi

Mengonsumsi telur rebus yang sudah rusak dapat meningkatkan risiko keracunan makanan. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

    • Mual.
    • Muntah.
    • Diare.
    • Nyeri atau kram perut.
    • Demam.

Jika keluhan tersebut muncul setelah mengonsumsi telur rebus, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Jangan Abaikan Tanda Kerusakan

Jadi, apakah telur rebus bisa basi? Jawabannya adalah ya. Cara penyimpanan menjadi faktor utama yang menentukan daya tahan telur rebus.

Baca Juga :  Cara Membuat Cilok Empuk dan Lembut, Lengkap dengan Tipsnya

Sebelum mengonsumsinya, pastikan telur tidak mengalami perubahan aroma, warna, maupun tekstur. Apabila muncul keraguan terhadap kondisinya, lebih aman membuang telur tersebut daripada mengambil risiko terhadap kesehatan. (*/red)

Berita Terkait

Cara Membuat Cilok Empuk dan Lembut, Lengkap dengan Tipsnya
Ubi Goreng Ternyata Punya Sejumlah Manfaat, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya
Resep Semur Daging Sapi Empuk dan Lezat, Praktis untuk Menu Keluarga
3 Resep Bakso Ayam yang Kenyal dan Praktis, Mudah Dibuat di Rumah
Resep Acar Kuning Segar dan Praktis, Cocok Jadi Pendamping Nasi
Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Margarin dan Mentega serta Kandungan Gizinya
10 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas, Bisa Merusak Rasa dan Teksturnya
Putih Telur vs Kuning Telur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB