Jeddah, Javanusa—Arab Saudi mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M dengan menggelar pelatihan khusus bagi pengelola haji dari negara-negara pengirim jemaah.
Program perdana ini mencakup 11 bidang pelatihan untuk meningkatkan kompetensi petugas dan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jeddah pada Kamis (6/11/2026). Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi merancang program ini untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia sebelum musim haji mendatang.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, meninjau langsung pelaksanaan pelatihan. Ia didampingi Asisten Menteri Haji dan Umrah, Dr. Al-Hassan Al-Manakhrah, serta sejumlah pejabat kementerian.
Dalam kunjungan itu, Mashat memeriksa fasilitas dan perangkat pelatihan. Ia juga mencermati metode penyampaian materi serta perkembangan pelaksanaan setiap jalur pembelajaran.
11 Bidang Pelatihan untuk Tingkatkan Layanan Haji
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyusun program ini untuk menyelaraskan standar pengetahuan dan praktik pelayanan antarnegara. Para peserta akan memperkuat kemampuan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, hingga pengambilan keputusan.
Materi pelatihan juga mencakup pengelolaan risiko dan krisis. Peserta mendapat pembekalan untuk menangani situasi khusus sesuai prosedur yang berlaku.
Sebanyak 11 bidang menjadi fokus pengembangan kompetensi, yaitu:
-
- Transportasi.
- Pengelolaan pergerakan jemaah.
- Persiapan dan kesiapan operasional.
- Akomodasi.
- Konsumsi.
- Pelayanan di tempat-tempat suci.
- Layanan pelanggan dan komunikasi efektif.
- Kepemimpinan pusat layanan.
- Kesehatan.
- Media.
- Kepemimpinan rombongan jemaah.
Seluruh materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji.
Terapkan Sistem Evaluasi dan Training of Trainers
Selain memberikan pembekalan, penyelenggara menyiapkan instrumen penilaian terstandar. Instrumen ini berfungsi mengukur kompetensi, kesiapan peserta, serta dampak program pelatihan.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menerapkan skema Training of Trainers (TOT). Melalui pendekatan ini, peserta dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada personel lain di kantor urusan haji masing-masing.
Dengan demikian, peningkatan kapasitas petugas tidak berhenti pada peserta pelatihan. Program ini juga mendorong transfer pengetahuan secara berkelanjutan di setiap negara pengirim jemaah.
Sebelum peluncuran, kementerian telah mengadakan pertemuan persiapan. Agenda tersebut membahas penyelarasan materi, pembagian tugas instruktur, serta metode pelatihan dan evaluasi.
Persiapan itu bertujuan memastikan seluruh jalur pembelajaran menerapkan standar yang seragam.
Berlangsung Menjelang Konferensi Haji Internasional
Pelatihan perdana ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang Konferensi dan Pameran Haji ke-6. Agenda internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8–11 November 2026 di Jeddah.
Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, memberikan naungan terhadap penyelenggaraan konferensi tersebut. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bekerja sama dengan Pilgrim Experience Program dalam pelaksanaannya.
Program tersebut merupakan bagian dari kerangka Saudi Vision 2030. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan kualitas pengalaman jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Arab Saudi Perkuat Persiapan Haji 1448 H
Pelatihan ini mencerminkan langkah awal Arab Saudi dalam mempersiapkan musim haji 1448 H/2027 M. Penguatan kompetensi petugas menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan ibadah haji.
Selain kemampuan teknis, koordinasi antarpelaksana layanan juga menjadi perhatian. Integrasi berbagai sektor diharapkan mendukung pelayanan yang lebih profesional, terarah, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
Melalui program tersebut, Arab Saudi berupaya membangun sistem pelayanan haji yang semakin terintegrasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan turut memperbaiki pengalaman jemaah dari berbagai negara. (*)






