Javanusa.com—Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia FIFA 2026 setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Dua assist Lionel Messi mengantar Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan, sekaligus menjaga peluang Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.
Argentina Bangkit, Inggris Gagal Pertahankan Keunggulan
Harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia pertama dalam enam dekade pupus pada menit-menit akhir. Setelah sempat unggul lebih dulu, The Three Lions harus mengakui ketangguhan juara bertahan Argentina yang tampil lebih efektif pada fase penentuan pertandingan.
Kemenangan ini membawa tim asuhan Lionel Scaloni melangkah ke final Piala Dunia ketujuh sepanjang sejarah.
Di partai puncak yang berlangsung Minggu nanti, Argentina akan menghadapi Spanyol dalam perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.
Duel Ketat Sejak Menit Awal
Semifinal yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia langsung berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim bermain disiplin sehingga peluang bersih baru tercipta setelah pertandingan memasuki menit ke-30.
Inggris lebih dulu mengancam melalui sundulan John Stones yang memanfaatkan bola mati dari Declan Rice, tetapi arah bola masih melebar. Argentina membalas lewat tendangan keras Enzo Fernandez yang meluncur di atas mistar.
Memasuki babak kedua, Julian Alvarez hampir membuka keunggulan Argentina. Penyerang Manchester City itu lolos dari kawalan Djed Spence sebelum memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting di tiang dekat.
Anthony Gordon Bawa Inggris Memimpin
Momentum justru berpihak kepada Inggris pada menit ke-55. Morgan Rogers mengirim umpan silang mendatar dari sisi kanan yang disambut Anthony Gordon di tiang jauh.
Gordon lebih cepat menyambar bola dibanding Nahuel Molina sebelum menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa Inggris unggul 1-0.
Setelah tertinggal, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Djed Spence sempat melakukan tekel krusial untuk menghentikan peluang Giuliano Simeone.
Meski demikian, tekanan Albiceleste terus meningkat. Jordan Pickford menggagalkan sundulan Nico Gonzalez, sedangkan sundulan Alexis Mac Allister hanya membentur tiang gawang.
Dua Assist Messi Tentukan Kemenangan Argentina
Gol penyeimbang akhirnya hadir melalui skema bola mati. Lionel Messi memainkan sepak pojok pendek kepada Enzo Fernandez yang langsung melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan Pickford.
Drama berlanjut pada masa injury time. Setelah tendangan Alexis Mac Allister kembali mengenai tiang, Messi menjaga serangan tetap hidup melalui umpan silang akurat dari sisi kanan. Lautaro Martinez menyambut bola di tiang jauh dan mengubah skor menjadi 2-1.
Gol tersebut memastikan Argentina melakukan comeback dramatis sekaligus mengamankan tiket menuju final.
Scaloni: Tim Ini Selalu Memberikan Kejutan
Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku bangga terhadap perjuangan para pemainnya yang tidak pernah menyerah hingga peluit akhir.
“Tidak ada kata-kata, benar-benar tidak ada kata-kata. Ini adalah kebahagiaan bagi negara kami, bagi rakyat kami. Beberapa hari lalu saya mengatakan bahwa kelompok ini tidak pernah berhenti membuat saya terkejut. Dan sejujurnya, kami akan berusaha untuk menang, kami akan memberikan segalanya di lapangan. Namun setelah pertandingan seperti ini, sangat sulit membuat orang memahami apa yang telah ditunjukkan para pemain ini. Sungguh luar biasa. Kami memang istimewa, sungguh. Ini bukan kesombongan, melainkan datang dari hati. Kami memang istimewa. Orang-orang yang hadir hari ini mengantar kami meraih kemenangan, dan saya sangat berterima kasih,” ujarnya.
Scaloni juga menegaskan semangat juang para pemain menjadi identitas timnya.
“Seragam ini pantas mendapatkan itu. Memberikan segalanya hingga akhir tanpa menyisakan apa pun. Dan sekali lagi para pemain menunjukkan bahwa mereka merasakannya seolah-olah seragam ini adalah milik mereka sendiri. Karena itu, saya benar-benar sangat bahagia,” pungkasnya.
Harry Kane Sesali Laga yang Lepas di Akhir
Kapten Inggris Harry Kane tidak menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan.
“Saya sangat kecewa untuk tim ini, staf, dan para suporter. Kami memainkan pertandingan yang bagus hampir sepanjang laga. Saat unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan, padahal di level seperti ini itu tidak cukup. Kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Para pemain telah memberikan seluruh darah, keringat, dan air mata mereka. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan,” ujarnya.
Menurut Kane, Inggris sempat mampu mengendalikan permainan sebelum tekanan Argentina semakin sulit dibendung.
“Pada babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan baik. Kami memberi mereka tekanan besar di area pertahanan mereka sendiri. Itu membuat kami mampu merebut bola dan mengendalikan pertandingan. Setelah gol, entah karena mereka menambah jumlah pemain untuk menyerang atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan Argentina terus datang bergelombang. Para pemain berusaha mati-matian melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup,” pungkasnya.
Meski tersingkir, Kane tetap mengapresiasi perjalanan timnya di turnamen.
“Kami memiliki banyak momen bagus di turnamen ini. Banyak pertandingan yang bagus, kembali mencapai semifinal. Kami selalu berbicara tentang sudah berada di ambang. Kami sudah sangat dekat, kami hanya perlu menemukan kepingan yang masih hilang pada fase akhir turnamen,” tutupnya. (*)






