Argentina Comeback Dramatis, Taklukkan Inggris 2-1 dan Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Penulis -

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Argentina melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (Foto: FIFA.com)

Argentina melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (Foto: FIFA.com)

Javanusa.com—Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia FIFA 2026 setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Dua assist Lionel Messi mengantar Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan, sekaligus menjaga peluang Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.

Argentina Bangkit, Inggris Gagal Pertahankan Keunggulan

Harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia pertama dalam enam dekade pupus pada menit-menit akhir. Setelah sempat unggul lebih dulu, The Three Lions harus mengakui ketangguhan juara bertahan Argentina yang tampil lebih efektif pada fase penentuan pertandingan.

Kemenangan ini membawa tim asuhan Lionel Scaloni melangkah ke final Piala Dunia ketujuh sepanjang sejarah.

Di partai puncak yang berlangsung Minggu nanti, Argentina akan menghadapi Spanyol dalam perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.

Duel Ketat Sejak Menit Awal

Semifinal yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia langsung berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim bermain disiplin sehingga peluang bersih baru tercipta setelah pertandingan memasuki menit ke-30.

Inggris lebih dulu mengancam melalui sundulan John Stones yang memanfaatkan bola mati dari Declan Rice, tetapi arah bola masih melebar. Argentina membalas lewat tendangan keras Enzo Fernandez yang meluncur di atas mistar.

Memasuki babak kedua, Julian Alvarez hampir membuka keunggulan Argentina. Penyerang Manchester City itu lolos dari kawalan Djed Spence sebelum memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting di tiang dekat.

Anthony Gordon Bawa Inggris Memimpin

Momentum justru berpihak kepada Inggris pada menit ke-55. Morgan Rogers mengirim umpan silang mendatar dari sisi kanan yang disambut Anthony Gordon di tiang jauh.

Baca Juga :  Dinda Ghania Buka Babak Baru Musik Lewat What If I’m Never Enough dan LaLaLa Festival 2026

Gordon lebih cepat menyambar bola dibanding Nahuel Molina sebelum menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa Inggris unggul 1-0.

Setelah tertinggal, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Djed Spence sempat melakukan tekel krusial untuk menghentikan peluang Giuliano Simeone.

Meski demikian, tekanan Albiceleste terus meningkat. Jordan Pickford menggagalkan sundulan Nico Gonzalez, sedangkan sundulan Alexis Mac Allister hanya membentur tiang gawang.

Dua Assist Messi Tentukan Kemenangan Argentina

Gol penyeimbang akhirnya hadir melalui skema bola mati. Lionel Messi memainkan sepak pojok pendek kepada Enzo Fernandez yang langsung melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan Pickford.

Drama berlanjut pada masa injury time. Setelah tendangan Alexis Mac Allister kembali mengenai tiang, Messi menjaga serangan tetap hidup melalui umpan silang akurat dari sisi kanan. Lautaro Martinez menyambut bola di tiang jauh dan mengubah skor menjadi 2-1.

Gol tersebut memastikan Argentina melakukan comeback dramatis sekaligus mengamankan tiket menuju final.

Scaloni: Tim Ini Selalu Memberikan Kejutan

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku bangga terhadap perjuangan para pemainnya yang tidak pernah menyerah hingga peluit akhir.

“Tidak ada kata-kata, benar-benar tidak ada kata-kata. Ini adalah kebahagiaan bagi negara kami, bagi rakyat kami. Beberapa hari lalu saya mengatakan bahwa kelompok ini tidak pernah berhenti membuat saya terkejut. Dan sejujurnya, kami akan berusaha untuk menang, kami akan memberikan segalanya di lapangan. Namun setelah pertandingan seperti ini, sangat sulit membuat orang memahami apa yang telah ditunjukkan para pemain ini. Sungguh luar biasa. Kami memang istimewa, sungguh. Ini bukan kesombongan, melainkan datang dari hati. Kami memang istimewa. Orang-orang yang hadir hari ini mengantar kami meraih kemenangan, dan saya sangat berterima kasih,” ujarnya.

Baca Juga :  Menkes: Penyakit Kusta Bukan Kutukan dan Bisa Disembuhkan

Scaloni juga menegaskan semangat juang para pemain menjadi identitas timnya.

“Seragam ini pantas mendapatkan itu. Memberikan segalanya hingga akhir tanpa menyisakan apa pun. Dan sekali lagi para pemain menunjukkan bahwa mereka merasakannya seolah-olah seragam ini adalah milik mereka sendiri. Karena itu, saya benar-benar sangat bahagia,” pungkasnya.

Harry Kane Sesali Laga yang Lepas di Akhir

Kapten Inggris Harry Kane tidak menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan.

“Saya sangat kecewa untuk tim ini, staf, dan para suporter. Kami memainkan pertandingan yang bagus hampir sepanjang laga. Saat unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan, padahal di level seperti ini itu tidak cukup. Kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Para pemain telah memberikan seluruh darah, keringat, dan air mata mereka. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan,” ujarnya.

Menurut Kane, Inggris sempat mampu mengendalikan permainan sebelum tekanan Argentina semakin sulit dibendung.

“Pada babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan baik. Kami memberi mereka tekanan besar di area pertahanan mereka sendiri. Itu membuat kami mampu merebut bola dan mengendalikan pertandingan. Setelah gol, entah karena mereka menambah jumlah pemain untuk menyerang atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan Argentina terus datang bergelombang. Para pemain berusaha mati-matian melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup,” pungkasnya.

Meski tersingkir, Kane tetap mengapresiasi perjalanan timnya di turnamen.

“Kami memiliki banyak momen bagus di turnamen ini. Banyak pertandingan yang bagus, kembali mencapai semifinal. Kami selalu berbicara tentang sudah berada di ambang. Kami sudah sangat dekat, kami hanya perlu menemukan kepingan yang masih hilang pada fase akhir turnamen,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kota Padang, Warga Dievakuasi

Berita Terkait

AS Roma Tekuk Cagliari 4-2, Giallorossi Tembus Tiga Besar Serie A
Jay Idzes Absen, Lazio Bantai Sassuolo 6-2 dan Puncaki Klasemen
Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup, Fleetwood Menang Adu Penalti 5-3
Fermin Aldeguer Absen di MotoGP Malaysia 2026, Iker Lecuona Kembali Jadi Pengganti
Mick Doohan Nilai MotoGP Adelaide Bisa Tarik Penggemar Baru
Jorge Martin Alami Fraktur Pergelangan Tangan, Aprilia Belum Pastikan Tampil di Malaysia
Daftar Lengkap Pemenang Ballon d’Or 2026
Lamine Yamal Cetak Rekor Sejarah: Tiga Kali Beruntun Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon d’Or 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru