Javanusa.com—Setelah absen sejak edisi 1998, Austria akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia FIFA.
Momen ini menjadi pencapaian penting bagi tim yang kini diperkuat sejumlah pemain berpengalaman dan talenta kelas internasional.
Banyak hal telah berubah sejak penampilan terakhir Austria di turnamen tersebut. Saat itu, Ralf Rangnick belum menjadi sosok yang identik dengan tim nasional Austria.
Kini, pelatih berusia 67 tahun tersebut berhasil membangun fondasi kuat sejak mengambil alih tim pada 2022.
Di bawah arahannya, Austria berkembang menjadi salah satu skuad paling menjanjikan dalam sejarah sepak bola negara itu.
Kehadiran kapten David Alaba dan gelandang Nicolas Seiwald menjadi gambaran kualitas yang dimiliki tim saat ini. Rangnick juga sukses menyatukan berbagai talenta tersebut menjadi tim yang solid dan kompetitif.
Optimisme pun mengiringi persiapan Austria menuju laga perdana melawan Yordania. Kepercayaan diri itu didukung performa impresif sepanjang babak kualifikasi. Austria meraih enam kemenangan dari delapan pertandingan dan mencatat selisih gol positif 18.
Antusiasme Tinggi Menyambut Panggung Dunia
Para pemain Austria menyadari bahwa kesempatan tampil di Piala Dunia merupakan hasil kerja keras bertahun-tahun.
Gelandang Xaver Schlager mengungkapkan antusiasme besar yang dirasakan seluruh skuad menjelang turnamen.
“Anda bekerja sepanjang hidup untuk sampai di sini, dan sekarang kami di sini!” ujar Schlager.
Meski demikian, ia mengakui adanya tekanan yang menyertai momen tersebut. Menurutnya, tekanan itu lebih berupa antisipasi positif untuk merasakan pengalaman yang jarang diperoleh seorang pesepak bola.
Austria juga tidak datang ke Amerika Utara hanya untuk meramaikan kompetisi. Tim peraih medali perunggu Piala Dunia 1954 itu memasang target tinggi sepanjang turnamen.
“Kami punya harapan besar dan berharap banyak pada diri kami sendiri: kami sangat ambisius,” kata penyerang Michael Gregoritsch.
Tantangan Berat Menanti di Grup J
Ambisi Austria akan langsung diuji di grup yang dihuni juara dunia Argentina, kekuatan Afrika Aljazair, serta debutan Piala Dunia, Yordania.
Gregoritsch menegaskan tidak ada pertandingan mudah di level ini. Menurutnya, setiap tim yang tampil di Piala Dunia memiliki kualitas yang mampu menyulitkan lawan.
“Mereka semua tim yang bagus. Anda harus berada di puncak performa di setiap pertandingan untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.
Karena itu, Austria menaruh perhatian penuh pada duel pembuka menghadapi Yordania. Tiga poin pada laga pertama dinilai dapat menjadi modal penting sebelum menghadapi dua lawan yang diprediksi lebih berat.
“Mereka adalah tim yang kompak. Tim yang semuanya bekerja sama untuk satu sama lain. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” kata Gregoritsch mengenai calon lawannya.
Kekompakan Jadi Kunci Kesuksesan
Selain kualitas individu, Austria menilai kekuatan utama mereka terletak pada kerja sama tim. Schlager menegaskan bahwa performa kolektif akan menentukan peluang tim melangkah jauh di turnamen.
“Semakin baik performa tim, semakin baik pula performa individu. Pada akhirnya, sepak bola tetaplah olahraga tim,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tim akan menjadi sumber kebanggaan terbesar bagi seluruh pemain ketika turnamen berakhir nanti.
Perpanjangan Kontrak Rangnick Tambah Kepercayaan Diri
Menjelang Piala Dunia 2026, Austria juga menerima kabar positif setelah federasi memastikan perpanjangan kontrak Rangnick hingga 2028.
Keputusan tersebut mendapat sambutan hangat dari para pemain. Gregoritsch menyebut langkah itu sebagai keputusan yang sangat baik, penting, dan tepat waktu karena memberikan stabilitas bagi tim.
Kapten David Alaba turut menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, keberlanjutan kerja sama dengan Rangnick akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi tim nasional, tetapi juga perkembangan sepak bola Austria secara keseluruhan.
“Kami semua sangat gembira. Saya pikir ini adalah berita yang sangat positif bukan hanya untuk tim nasional tetapi untuk seluruh sepak bola Austria, yang akan mendapat manfaat selama bertahun-tahun mendatang,” kata Alaba.
Dengan masa depan sang pelatih yang sudah jelas, fokus Austria kini sepenuhnya tertuju pada upaya menciptakan prestasi di Piala Dunia 2026.
Rangnick sendiri mengaku akan menikmati momen debutnya di ajang terbesar sepak bola dunia. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama tetap memastikan tim tampil maksimal dan memiliki alasan untuk merayakan hasil setelah pertandingan.
“Saya ingin menikmati dan merayakan sedikit dalam hati, meskipun saya tidak bisa menunjukkannya di luar. Terserah, hanya untuk memastikan bahwa kami memiliki sesuatu untuk disyukuri setelah pertandingan,” ujar Rangnick. (*/red)






